TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menanggapi usulan pembangunan posko pemadam kebakaran (damkar) di wilayah pesisir.
Ia memastikan usulan tersebut akan mendapat perhatian pemerintah daerah meski saat ini kondisi anggaran dalam keterbatasan.
“Nanti lah diasistensi. Kali ini anggaran lebih ketat dari Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Harapannya APBD betul-betul bermanfaat dan jangan sampai ada kegiatan yang sudah hilang muncul lagi,” ujar Mudyat, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, pemerintah daerah berupaya menyesuaikan kemampuan keuangan, namun tetap memberi prioritas pada program yang benar-benar bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Anggaran itu harus betul-betul punya nilai, jangan sampai terbuang sia-sia. Nanti kita coba tampung, jadi perhatian kita sebagai prioritas,” tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan PPU berulang kali mengusulkan pembangunan posko damkar di daerah pesisir, mencakup wilayah Pantai Lango, Gersik, dan Jenebora.
Usulan ini diajukan karena jarak tempuh dari pusat kota menuju lokasi pesisir memakan waktu cukup lama, padahal idealnya tim damkar bisa tiba hanya dalam 10 menit.
Kebutuhan pembangunan posko diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar, meliputi gedung dan tangki air. Sementara untuk personel, pihak damkar menyatakan sudah siap.
Mudyat menyebut, sambil menunggu realisasi pembangunan posko, keberadaan pemadam kebakaran swakarsa yang dibentuk masyarakat akan membantu mendukung kesiapsiagaan di pesisir.
“Insyaallah lah, kan ada ya dibantu sama pemadam kebakaran swakarsa masyarakat,” pungkasnya.
(TN01)












