Penajam

Program Jospol Pemprov Kaltim di PPU, Alokasikan Rp 2 M untuk 1.477 Pendidik hingga Pelayan Ibadah

189
×

Program Jospol Pemprov Kaltim di PPU, Alokasikan Rp 2 M untuk 1.477 Pendidik hingga Pelayan Ibadah

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji diwawancarai usai penyerahan secara simbolis program Jospol di PPU (Titiknol.id/Cindy)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji memastikan bahwa pemberian insentif guru di Kaltim, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah sampai ke tangan masyarakat yang berhak.

Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja ke PPU dan menyerahkan secara simbolis program Jaminan Sosial untuk Pendidik dan Pelayan Ibadah (Jospol), di SMP N 21 Penajam, Kamis (18/9/2025).

“Lewat kunker ini kita memastikan bahwa semua insentif guru sampai kepada yang berhak. Alhamdulillah, di PPU secara simbolis sudah terselenggara,” katanya.

Seno mengatakan nilai anggaran yang dialokasikan untuk program Jospol di PPU sebesar Rp2 miliar, menjangkau 1.477 penerima dari kalangan guru, guru ngaji, ustadz maupun ustadzah, dengan detail penerima mendapatkan Rp500 ribu tiap bulan.

Disebutkan pula penyaluran program Jospol di Kaltim sudah dimulai sejak Agustus-September 2025 kepada seluruh penerima di 10 Kabupaten/Kota se-Kaltim.

Meski beberapa wilayah masih terkendala proses administrasi, namun pihaknya memastikan bahwa Oktober 2025 penyaluran tersebut dapat dituntaskan.

Pemprov Kaltim, lanjut dia, tak tebang pilih untuk memberikan program Jospol kepada masyarkat.

“Tidak ada kriteria khusus. Semua yang terdata di Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama bisa dapat insentif,” ucapnya.

Selain insentif bagi para guru, Pemprov Kaltim juga memberi penghormatan kepada para penjaga spiritualitas masyarkat yang telah mengabdi dengan tulus dan setia.

Marbot masjid dan penjaga rumah ibadah non muslim, mereka mendapatkan kesempatan perjalanan religi, seperti pemberangkatan umroh dan wisata religi.

“Nilai insentif barangkali tidak sebanding dengan jasa para guru yang mendidik generasi emas di Kaltim, namun melalui hal ini kami memastikan bahwa jerih payah mereka tetap mendapat perhatian pemerintah,” kata Seno.

Adapun, program Jospol juga membuktikan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat dikembalikan dalam bentuk pelayanan dan manfaat nyata.

Baca Juga:   Balikpapan Incar Predikat Tertinggi Kota Sehat Nasional, Ini 5 Indikator yang Harus Dipenuhi

“Harapannya program ini mampu mensejahterakan para guru, menambah dorongan serta produktivitas dalam membangun Kaltim, yang tidak sekadar maju dilihat dari infrastrukturnya namun juga pendidikan yang bermutu,” pungkasnya.

(TN01)