TITIKNOL.ID, PENAJAM – Siswa-siswi SDN 003 Penajam Paser Utara (PPU) bersorak ria kebagian porsi program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, PPU.
MBG ini menjadi momen perdana bagi ratusan siswa SDN 003 Penajam sebagai penerima manfaat dari program strategis nasional yang dirancang untuk meningkatkan semangat dan gizi masyarakat, terutama anak-anak generasi penerus bangsa.
Kepala SDN 003 Penajam, Andriani bersyukur program ini telah sampai di sekolahnya. Ia mengungkapkan seluruh muridnya dari kelas satu hingga enam SD menerima menu MBG.
“Totalnya mencapai 342 siswa. Hanya saja distribusinya tidak bersamaan, karena ada kelas kami yang masuk siang,” ucap Andriani, Rabu (1/10/2025).
Sajian sederhana tersebut menurutnya sudah sangat membantu terpenuhinya gizi seimbang antara karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin.
“Tadi ada nasi, tempe, sayur, ikan bakar dan semangka. Alhamdulillah anak-anak suka,” katanya.
Menu tersebut tiba di SDN 003 saat jam istirahat pertama, yakni pukul 09.00 pagi.
Pada waktu itu, siswa-siswi yang menerima diharapkan dapat menghabiskan hidangan tersebut, karena food tray atau ompreng MBG wajib dikembalikan untuk dicuci oleh BGN.
“Anak-anak makannya lahap. Selesai itu, ompreng dikembalikan ke BGN karena sudah ada jemputannya tersendiri,” ujarnya.
Menyoal makanan yang tidak dihabiskan, hal itu katanya, akan dikoordinasikan dengan BGN setempat.
“Takutnya kalau dibawa pulang nanti basi, padahal waktu diserahkan makanan dalam keadaan fresh. Sementara juga ompreng harus dikembalikan tepat waktu ke BGN,” jelas Andriani.
Meski program MBG berjalan, Andriani tetap menyarankan siswanya untuk datang ke sekolah tanpa keadaan perut kosong.
“Baiknya mereka kalau pagi tetap sarapan. Khawatir distribusinya sedikit terkendala, sehingga siswa sudah lapar duluan. Walaupun pasti MBG tetap kebagian,” kata dia.
Ia juga mengantisipasi timbulnya kasus keracunan di kalangan siswa melalui arahan mencuci tangan sebelum makan. Selain itu, anak-anak juga diminta untuk membawa sendok dan minum mandiri.
(TN01)












