TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Margono Hadi Sutanto menyatakan 54 koperasi desa/merah putih di wilayah ini sudah terbentuk seratus persen, baik dari sisi kelembagaan maupun administrasi.
Namun demikian, dikatakan bahwa puluhan koperasi desa belum sepenuhnya melakukan percepatan operasional.
Baru tiga dari 54 koperasi yang telah menjalankan bisnis kecilnya, seperti Kopdes Merah Putih Sidorejo dan Telemow.
“Kelembagaan dan administrasi sudah clear, kita juga sudah mengarahkan untuk daftar ke simkopdes (platform untuk mendigitalisasi koperasi) seratus persen dilaksanakan. Hanya saja, belum semua berjalan maksimal,” ucap Margono, Rabu (8/10/2025).
Koperasi yang sudah berjalan, kata dia, tumbuh dan berkembang secara mandiri dimana pendanaannya pun bermodal iuran anggota.
“Tiga koperasi sudah melakukan bisnis kecil-kecilan sambil belajar. Modal mereka menggunakan dana iuran anggota, kemudian bermitra dengan perbankan dan bulog,” ucapnya.
Kopdes Sidorejo misalnya, menawarkan layanan brilink, fotocopy, print, ATK, hingga kebutuhan sembako.
Margono melanjutkan, Diskukmperindag PPU kini berupaya menggerakkan koperasi desa dan kelurahan agar bisa mengembangkan bisnis yang relevan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Saat ini kita kedatangan asisten bisnis, totalnya enam orang. Mereka adalah pendamping bisnis profesional yang bekerja di tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.
Keikutsertaan asisten bisnis ini berangkat dari Program Business Assistant, inisiatif strategis Kemenkop untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing koperasi di tiap wilayah.
Asisten bisnis akan membantu koperasi mengidentifikasi potensi, menyusun rencana usaha hingga skema permodalan.
“Satu asisten bisnis akan menangani sembilan koperasi. Mereka sudah mulai orientasi memetakan potensi-potensi itu,” pungkasnya.
(TN01)












