SamarindaTitiknolKaltim

Agenda Pasar Pagi Samarinda, Pedagang Masuk November dan Resmi Dibuka Desember

56
×

Agenda Pasar Pagi Samarinda, Pedagang Masuk November dan Resmi Dibuka Desember

Sebarkan artikel ini
REVITALISASI PASAR SAMARINDA - Kondisi Pasar Pagi Samarinda sedang dalam proses revitalisasi yang hampir selesai. Assisten II Ekonomi Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy menyatakan bahwa tambahan waktu revitalisasi Pasar Pagi Samarinda dibutuhkan demi memastikan kualitas dan kesiapan seluruh fasilitas berjalan optimal, Minggu (6/4/2025). 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda segera mencapai garis akhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan pasar legendaris ini akan kembali beroperasi dengan wajah baru pada Desember 2025, sementara para pedagang mulai diperbolehkan masuk sejak November 2025 untuk persiapan operasional.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan, mengatakan pembangunan fisik pasar saat ini tinggal menyisakan tahapan pembersihan dan pembenahan ringan.

“Target peresmian di Desember, dan pedagang bisa mulai masuk November. Progresnya sudah sesuai, hanya tinggal sedikit penyempurnaan,” ujar Hero saat meninjau lokasi pada Rabu (15/10/2025).

Air & Listrik Aman, Siap Pakai

Dalam tinjauan tersebut, Hero menegaskan seluruh infrastruktur utama seperti air bersih dan listrik sudah dinyatakan siap pakai. Uji coba lapangan yang dilakukan bersama tim teknis dinas terkait menunjukkan semua fasilitas berjalan dengan baik.

“Air, listrik, semuanya sudah oke. Sudah dites dan aman,” tambahnya.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Hero menyebut Pemkot juga menaruh perhatian pada penataan zonasi pedagang agar Pasar Pagi lebih tertib dan terorganisir setelah dibuka kembali.

“Harapan kami, pedagang bisa tertib sesuai dengan zona yang ada. Harus kita atur ulang,” tegasnya.
Listrik Transparan: Satu Lapak, Satu Meteran
Revitalisasi Pasar Pagi tak hanya menyulap tampilan fisik pasar, tetapi juga merombak sistem kelistrikan menjadi lebih adil dan efisien. Kepala PLN UP3 Samarinda, Hendra Irawan, memastikan semua instalasi listrik untuk fasilitas umum (fasum) telah selesai sejak awal September, termasuk untuk penerangan, lift, eskalator, dan sistem pemadam kebakaran (hydrant).

“Kapasitas daya yang sudah kami salurkan sebesar 1,1 MegaWatt. Fasum sudah menyala sejak awal September,” jelas Hendra.
Untuk mencegah pemborosan dan ketimpangan penggunaan listrik, PLN bersama Dinas Perdagangan tengah menyiapkan sistem meteran individual di setiap lapak pedagang.

Baca Juga:   Membangun Taman Buah Puspantara Ibu Kota Nusantara, Seribu Bibit Pohon Ditanam

“Kami sedang bahas detail pemasangan meteran satu per satu agar tidak tumpang tindih. Prinsipnya kami siap dukung percepatan,” ungkapnya.

Efisiensi Energi, Profesionalisme Pengelolaan

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa seluruh fasilitas umum seperti musala, toilet, dan eskalator telah aktif, dan biaya dayanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Namun, untuk kebutuhan tambahan seperti dispenser atau alat listrik lainnya, pedagang harus memasang dan membayar meteran sendiri.

“Yang untuk keperluan pasar kita tanggung. Tapi kalau tambahan oleh pedagang, itu opsional dan biaya sendiri,” jelas Marnabas.

Lebih lanjut, Marnabas menyebut bahwa Pasar Pagi tidak hanya sekadar tempat transaksi, tetapi juga menjadi model pasar rakyat modern yang ramah energi dan transparan dalam pengelolaan.

Meski tanpa AC demi efisiensi biaya, sirkulasi udara dijamin tetap nyaman. Pemerintah juga menyiapkan sistem pengelolaan profesional berbasis outsourcing untuk keamanan, kebersihan, dan perawatan fasilitas pasar.

“Biaya perawatan bisa mencapai Rp5 hingga Rp6 miliar. Maka akan dikelola secara profesional agar pasar ini berkelanjutan,” pungkasnya. (*)