SamarindaTitiknolKaltim

Satu Langkah Lagi, Terowongan Samarinda Segera Dilintasi Kendaraan Bermotor

162
×

Satu Langkah Lagi, Terowongan Samarinda Segera Dilintasi Kendaraan Bermotor

Sebarkan artikel ini
PROYEK TEROWONGAN SAMARINDA - Terowongan Samarinda yang kini memasuki tahap akhir pembangunan. Struktur utama telah rampung, sementara pekerjaan tambahan tengah difokuskan pada penguatan dinding untuk memastikan keamanan sebelum uji komisioning pada Desember 2025, 15 Oktober 2025. (HO/Pemkot Samarinda)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Proyek strategis pembangunan Terowongan Samarinda, Kalimantan Timur, resmi memasuki tahap akhir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, memastikan bahwa struktur utama terowongan sudah selesai dibangun dan siap menjalani uji komisioning pada Desember 2025.

“Secara struktur utama, sudah rampung. Kalau sesuai perhitungan, Desember nanti sudah bisa dilakukan uji komisioning,” ungkap Desy, Jumat (18/10/2025) di Samarinda, Kalimantan Timur.

Meski struktur utama telah tuntas, saat ini masih ada pekerjaan tambahan pada dinding terowongan.

Perkuatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif pasca-insiden reruntuhan lereng di sisi kanan inlet tunnel Jalan Sultan Alimuddin pada 12 Mei 2025 lalu.

Pekerjaan tambahannya hanya untuk memperkuat struktur sisi dinding agar lebih aman.

“Terowongannya sendiri sudah selesai,” beber Desy.

Tahap Uji Komisioning

Uji komisioning akan menjadi tahapan krusial untuk memastikan seluruh sistem dan struktur bekerja secara optimal serta memenuhi standar keselamatan sebelum terowongan resmi dibuka untuk umum.

Soal pembiayaan, Desy menegaskan bahwa pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) tahun ini tidak akan mengganggu penyelesaian proyek yang menelan anggaran Rp395 miliar dari APBD Kota Samarinda tersebut.

“Yang dikurangi itu aksesori seperti lampu dan elemen pendukung lainnya. Tapi itu bukan bagian dari struktur utama, jadi tidak menghambat,” tuturnya. 

“Bangunan utamanya tetap selesai tahun ini,” tegasnya.

Fakta Singkat Terowongan Samarinda

  • Panjang total: 426 meter
  • Inlet dan outlet masing-masing: 13 meter
  • Terowongan utama: 400 meter
  • Jalur penghubung: Sekitar 700 meter dari Jalan Sultan Alimuddin hingga Jalan Kakap
  • Nilai proyek: Rp395 miliar (APBD Kota Samarinda)
  • Skema pembangunan: Multi Years Contract (MYC)
  • Tujuan utama: Mengurai kemacetan di kawasan Gunung Manggah
Baca Juga:   Gaji Guru Kutai Barat tak Layak dan Tugas Berat, Pilih Mogok demi Tunjangan yang Adil

Terowongan ini juga menjadi yang pertama di Indonesia yang dibangun menggunakan skema kontrak tahun jamak (MYC) dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk persoalan lalu lintas di Samarinda, Kalimantan Timur. (*)