SamarindaTitiknolKaltim

Pasar Segiri Samarinda Naik Kelas, Pemkot Siapkan Rp200 Miliar untuk Revitalisasi 2026

47
×

Pasar Segiri Samarinda Naik Kelas, Pemkot Siapkan Rp200 Miliar untuk Revitalisasi 2026

Sebarkan artikel ini
Pasar Segiri Samarinda, Kalimantan Timur. Kali ini Pemerintah Kota Samarinda kini bersiap melanjutkan langkah serupa di Pasar Segiri, salah satu pasar tradisional terbesar.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Setelah sukses mengubah wajah Pasar Pagi Samarinda menjadi pasar modern yang tertata rapi.

Kali ini Pemerintah Kota Samarinda kini bersiap melanjutkan langkah serupa di Pasar Segiri, salah satu pasar tradisional terbesar dan paling vital di Ibu Kota Kalimantan Timur.

Proyek revitalisasi Pasar Segiri ini ditargetkan menjadi program strategis kota pada tahun 2026, dengan alokasi anggaran sekitar Rp200 miliar.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa konsep penataan Pasar Segiri sebenarnya sudah lama dirancang dan kini memasuki tahap finalisasi desain teknis oleh konsultan perencana.

Pasar Segiri ini kan pasar besar yang beroperasi 24 jam. Pasokan bahan pokok untuk daerah-daerah sekitar juga berasal dari sini.

“Kalau kebutuhan pangan ada di Segiri, sedangkan barang non-pangan seperti kain dan pakaian ada di Pasar Pagi, yang insyaallah bulan November nanti pedagangnya sudah mulai masuk,” ujar Marnabas.

Rancangan revitalisasi menekankan efisiensi ruang dan fungsi, dengan desain dua lantai agar tetap sesuai karakter pasar grosir bahan pangan.

“Karena di sana ada pedagang grosir, bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, dan sebagainya tidak bisa ditempatkan di lantai dua. Jadi konsepnya cukup dua lantai saja,” katanya.

Meski estimasi biaya awal mencapai Rp257 miliar, Pemkot berkomitmen mengefisiensikan anggaran agar cukup Rp200 miliar, tanpa mengorbankan kualitas bangunan dan tata ruang.

Salah satu fokus utama adalah pendataan dan penataan ulang lapak pedagang agar tertib dan menghindari potensi sengketa lokasi.

“Pedagangnya banyak, hampir 2.021 orang yang masih aktif sekarang. Sudah kami data, tapi saya minta agar benar-benar diatur dengan detail, mana depan, mana belakang, petak, dan sebagainya,” tegasnya.

Baca Juga:   Nasib Borneo FC! Gagal Melaju ke Final Championship Series Liga 1, Kini Jadi Bulan-bulanan Netizen

Selain perencanaan fisik, Pemkot juga tengah menyiapkan lokasi relokasi sementara bagi ribuan pedagang selama masa pembangunan berlangsung.

Lokasi alternatif masih dikaji, mengingat tidak semua area dapat menampung aktivitas pasar grosir yang cukup padat.

Marnabas menjelaskan, berbeda dengan penataan Pasar Pagi yang sempat memanfaatkan Segiri Grosir Samarinda (SGS) sebagai lokasi sementara, relokasi Pasar Segiri tidak memungkinkan dilakukan di sana.

“Kalau Pasar Pagi lebih banyak jual pakaian, cocok di SGS. Tapi pedagang Segiri ini grosir bahan pangan seperti cabai, sayur, dan lainnya, jadi butuh tempat yang lebih luas,” paparnya.

Pihaknya kini berharap eks Bandara Temindung dapat dipinjamkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk digunakan sebagai lokasi relokasi sementara.

“Semoga Pak Gubernur bisa meminjamkan eks bandara untuk kita gunakan paling tidak selama satu tahun,” harap Marnabas. (*)