TITIKNOL.ID, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara tegas memasang target prioritas baru bagi Tim Nasional Indonesia yakni membawa Skuad Garuda melesat ke 100 besar ranking FIFA.
Target ini tentu saja bukan hal mudah. Apalagi, posisi Indonesia baru-baru ini justru mengalami penurunan, kini berada di peringkat 122 dunia.
“Kita prioritaskan untuk FIFA Matchday ini kita ada target masuk ranking 100 FIFA,” ungkap Erick Thohir.
Ia menjelaskan, PSSI akan merancang strategi detail untuk mencapai tujuan tersebut.
“Nanti kita bedah, misalnya Maret 2026 harus apa, Juni, Oktober, dan November. Kalau tidak salah, jadwal FIFA Matchday menempel (berdekatan), bisa 15 hari sampai 20 hari. Kita harus membuat rencana bagaimana kita menuju 100, bisa tidak dengan pertandingan-pertandingan besar itu,” ujarnya.
Dipaksakan dan Absennya Laga di November
Namun, target ambisius Erick Thohir ini menuai keraguan dari pengamat sepak bola Indonesia, Gita Suwondo.
Menurutnya, target tersebut terkesan dipaksakan mengingat kondisi saat ini.
Gita Suwondo menilai, untuk mendongkrak posisi ke 100 besar, Timnas Indonesia tidak hanya wajib menang di setiap laga FIFA Matchday, tetapi juga harus berani menghadapi tim-tim dengan peringkat yang jauh lebih kuat agar bisa mengamankan poin FIFA secara maksimal.
Target ke peringkat 100 atau tidak ini sebenarnya agak dipaksakan. Dengan keadaan sekarang di mana kita beberapa waktu lalu di peringkat 119 turun ke 122 karena lawan-lawan kita lebih berat dari pesaing kita.
“Untuk berada di urutan 120-an, itu wajar saja kalau kita turun,” ungkap Gita.
Kehilangan Momen November 2025
Kekhawatiran Gita Suwondo semakin besar karena PSSI memilih untuk tidak menurunkan Timnas Senior di FIFA Matchday bulan November 2025.
Jatah jadwal FIFA Matchday tersebut kabarnya akan diberikan kepada Timnas U-22 Indonesia yang saat itu sedang bersiap tampil di ASEAN Games 2025.
Gita menyoroti potensi kerugian poin yang bisa dialami Indonesia.
“Kalau sampai sekarang belum ada lawannya dan PSSI tidak dapat lawan, ya mau tidak mau kita harus mengerti bahwa ini tidak ada peningkatan. Kita kan tidak mendapat poin di FIFA Matchday bulan November,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika Timnas U-23 yang bermain, ada dua hal yang perlu diperhatikan:
Siapa lawannya?
Apakah turnamen sesama U-23 tersebut diakui sebagai pertandingan senior yang dihitung poinnya oleh FIFA?
“Kalau tidak (diakui), ya tetap saja nol, dan lawan-lawan lain bisa saja lebih dulu dari kita,” tutup Gita Suwondo, menyoroti tantangan besar PSSI untuk merealisasikan target 100 besar. (*)












