PenajamTitiknolKaltim

Kendala Motivasi Pengurus, Bank Sampah Penajam Paser Utara Lesu

30
×

Kendala Motivasi Pengurus, Bank Sampah Penajam Paser Utara Lesu

Sebarkan artikel ini
Separuh bank sampah unit di PPU dinyatakan berhasil dalam pengelolaan sampah, sisanya tampak lesu (istimewa)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Separuh dari total bank sampah unit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, tampak lesu.

Padahal, bank sampah memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengurangi volume sampah dan mengimplementasikan program 3R (reduce, reuse, recycle).

Kepala DLH PPU, Safwana mengungkapkan, hingga 2025 telah terbentuk hampir 200 unit bank sampah yang tersebar di setiap desa/kelurahan, sekolah, hingga instansi pemerintahan di PPU.

Dari jumlah tersebut, Safwana mengakui bahwa hanya separuh yang beroperasi, sementara sisanya nampak lesu bahkan non-aktif.

“Banyak Bank Sampah kami yang tadinya aktif menjadi tidak aktif. Karena memang ada sekitar 200 bank sampah, hanya seratusan yang berfungsi,” jelas Safwana, Senin (3/11/2025).

Safwana menuturkan banyak bank sampah tak bertahan lama karena kendala motivasi, yakni kurangnya kesadaran dari sisi pengurus serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan memilah sampah.

“Kendala utama dari sisi pengurus. Banyak dari mereka yang berhenti,” ucapnya.

Sebagai contoh, di instansi pemerintahan. Safwana menyebut tiap instansi memiliki pengurus bank sampah terdiri dari setidaknya ketua, sekretaris, dan bendahara. Namun, begitu pengurus pindah instansi, pengelolaan bank sampah juga ikut terhenti.

“Akhirnya jadi tidak berhasil, tidak berlanjut,” ujarnya.

Olehnya itu, DLH akan menggiatkan sosialisasi secara masif demi membangkitkan kembali sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut.

“Karena banyak yang tidak aktif, kami rencana lakukan sosialisasi. Kan bank sampah ini banyak membantu pemerintah daerah, selain itu juga menjadi pundi-pundi uang, sebab masyarakat bisa mengumpulkan dan menyalurkan sampah bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Safwana tak menampik ada banyak bank sampah yang dinilai berhasil olehnya. Hal itu ditunjukkan dengan mobil penjemputan khusus, yang mengangkut sampah yang sudah dipilah dari nasabah, beroperasi setiap harinya.

Baca Juga:   Simpan 2,05 Gram Sabu, Pria di Balikpapan Ini Terancam 5 Tahun Penjara

“Kunci berhasilnya ada pada tenaga yang aware dengan lingkungan. Bukan di awal saja banyak pengurus, tetapi semakin lama semakin tidak mau lanjut,” kata dia.

Menurutnya, bank sampah yang aktif dimulai dari pengurus yang cinta terhadap lingkungan. Untuk itu, komitmen dan kepedulian pengurus sangat menentukan keberhasilan bank sampah di dalam perannya mengatasi permasalahan sampah di wilayah Benuo Taka.

(TN01)