TITIKNOL.ID, PENAJAM – Angka anak putus sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih tinggi dan menjadi salah satu faktor yang menurunkan rapor pendidikan daerah.
Berdasarkan catatan Disdikpora PPU, terdapat 1.401 anak yang keluar dari jalur pendidikan formal.
Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, menilai kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kalau kita bicara SDM, PPU hanya bisa maju kalau anak-anaknya tidak tertinggal. Dulu masalahnya buta aksara, sekarang sudah jauh menurun. PR kita bergeser ke anak-anak yang putus sekolah,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Ia mendorong agar pemerintah memperluas akses pendidikan alternatif, termasuk program Paket C dan layanan kesetaraan lainnya.
“Anak-anak ini perlu difasilitasi supaya mereka punya kepercayaan diri. Ketika ada lowongan pekerjaan, mereka bisa memenuhi syarat sebagai pekerja lokal,” kata Andi.
Di sisi lain, Disdikpora PPU juga mengusulkan pembangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) berstatus negeri sebagai solusi jangka panjang.
PPU tercatat sebagai satu-satunya daerah di Kaltim yang belum memiliki SKB dan selama ini hanya mengandalkan PKBM swasta untuk pendidikan nonformal.
SKB dinilai dapat menjadi pusat layanan pendidikan bagi anak putus sekolah dan kelompok belajar masyarakat.
Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah awal untuk mendorong percepatan pembentukannya.
(TN01/Advertorial)












