SamarindaTitiknolKaltim

Magnet Prabowo di Kaltim, Langkah Senyap Gerindra Menguasai Eksekutif dari Kukar hingga Samarinda

100
×

Magnet Prabowo di Kaltim, Langkah Senyap Gerindra Menguasai Eksekutif dari Kukar hingga Samarinda

Sebarkan artikel ini
KUASAI EKSEKUTIF KALTIM - Politisi Gerindra Prabowo Subianto. Keputusan politik Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, untuk meresmikan langkahnya ke Partai Gerindra bukan sekadar pergantian kartu anggota biasa. Manuver ini seolah menjadi penanda babak baru dalam peta kekuatan politik di Kalimantan Timur

Dari Kursi Kukar ke Sayap Garuda, Mengapa Para Kepala Daerah Kaltim Berlabuh ke Gerindra

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Keputusan politik Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, untuk meresmikan langkahnya ke Partai Gerindra bukan sekadar pergantian kartu anggota biasa.

Manuver ini seolah menjadi penanda babak baru dalam peta kekuatan politik di Kalimantan Timur (Kaltim), mempertegas posisi Gerindra sebagai salah satu kekuatan eksekutif yang makin dominan di Bumi Etam.

Bergabungnya Aulia Rahman, yang kini resmi mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra, tak pelak memantik perhatian publik dan para pengamat.

Langkah ini dinilai kian memperkokoh cengkeraman partai besutan Presiden Prabowo Subianto di jajaran pimpinan daerah.

Konsolidasi Cepat, Pembangunan Prioritas

Kepada media, Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, yang juga menjabat Wakil Gubernur Kaltim, menegaskan bahwa keputusan para kepala daerah untuk bergabung merupakan inisiatif pribadi.

“Mereka berinisiatif untuk bergabung,” ujar Seno Aji pada Kamis (27/11/2025).

Meski demikian, Seno Aji tidak menampik bahwa langkah masif ini adalah bagian dari “strategi partai” untuk memperkuat barisan jelang kontestasi politik mendatang.

Pihaknya, kata Seno Aji, akan mendalami lebih jauh alasan di balik pilihan para pemimpin daerah ini untuk berseragam Gerindra.

Saat disinggung mengenai kabar kedekatannya, Aulia Rahman Basri sendiri memilih untuk bermain teka-teki. Alih-alih membenarkan atau menyangkal keanggotaannya, Aulia menegaskan bahwa setiap keputusan politik yang ia ambil semata-mata berorientasi pada percepatan pembangunan daerah.

“Apa pun yang kita lakukan hari ini, kita ingin memberikan ruang pembangunan terbaik untuk Kabupaten Kukar,” katanya, Senin (24/11/2025).

Ia memastikan, arah tujuannya adalah segala sesuatu yang “bisa membawa pembangunan lebih baik lagi ke Kukar.”

Baca Juga:   Mengenal Samarinda Book Party, Menyelami Dunia Literasi dengan Gaya Berbeda di Ibukota Kaltim

Jawaban Aulia saat ditanya mengenai KTA Gerindra pun singkat dan penuh senyum: “Yang tahu-tahu saja.”

 Dengan bergabungnya Aulia Rahman, kini tercatat ada enam jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kaltim yang diisi oleh kader Gerindra, mencerminkan meluasnya pengaruh partai berlambang Garuda ini.

Mereka adalah:

  • Seno Aji (Wakil Gubernur Kaltim)
  • Andi Harun (Wali Kota Samarinda)
  • Bagus Susetyo (Wakil Wali Kota Balikpapan)
  • Agus Haris (Wakil Wali Kota Bontang)
  • Abdul Waris Muin (Wakil Bupati Penajam Paser Utara/PPU)
  • Aulia Rahman Basri (Bupati Kukar)
     

Konsolidasi Wajar dan Loyalitas Ideologi

Menanggapi fenomena ini, Ketua DPD Partai Golkar Kaltim, Rudy Masud yang juga menjabat Gubernur Kaltim, menganggap perpindahan kader antar-partai sebagai dinamika politik yang wajar dan “konsolidasi biasa.” Golkar, sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2024 di Kaltim, memilih fokus pada kerja nyata.

“Kalau kami hari ini masih fokus bekerja,” ujarnya, sembari menekankan persiapan internal partai, termasuk penyusunan kepengurusan baru di tingkat kabupaten/kota.

Lain halnya dengan PDI Perjuangan (PDIP). Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, merespons isu “pembajakan” kader dengan santai.

PDIP menegaskan bahwa mereka memiliki strategi yang berbeda dan terukur, yaitu penguatan ideologi dan pendidikan kader internal secara berjenjang.

“Semua orang kan pasti punya cara masing-masing untuk menuju kemenangan di 2029. Ya, semua punya cara. Silakan saja,” ujar Ananda.

Ananda menekankan bahwa PDIP adalah partai ideologis dan meyakini bahwa loyalitas ideologi adalah kunci untuk mencapai kemenangan berkelanjutan.

Strategi Dini dan Dwi Tunggal Kepemimpinan

Pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Jamal Amin, menilai langkah Gerindra merekrut kepala daerah adalah persiapan dini yang cerdas, terutama setelah adanya Putusan Mahkamah Konstitusi yang memisahkan pelaksanaan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah.

Baca Juga:   Update Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, Bagian Luar Bangunan Selesai Desember

“Saya kira partai politik yang ada di daerah dengan keputusan 135 ini tentu harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk di Kaltim khususnya Gerindra,” jelas Jamal.

Jamal menyebut, penambahan kader dari kalangan kepala daerah ini otomatis memperkuat cengkeraman politik Gerindra untuk semakin kokoh di Kalimantan Timur, memberikan “darah baru” yang menambah semangat dan daya dobrak partai.

Ia juga menyoroti kondisi unik di Kaltim, di mana dua ketua DPD partai besar Rudy Mas’ud (Golkar) dan Seno Aji (Gerindra) saat ini menjadi pasangan dwi tunggal sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Itu dwi tunggal yang tidak bisa dipisahkan antara Rudy Mas’ud dan Seno Aji,” pungkasnya, menekankan pentingnya kedua pemimpin ini untuk berjalan seiring demi menuntaskan janji politik kepada masyarakat Kalimantan Timur hingga tahun 2029. (*)