SamarindaTitiknolKaltim

Mesin Ganda Samarinda, Rahasia Transformasi Kota Metropolitan yang Menarik Perhatian Sinjai

15
×

Mesin Ganda Samarinda, Rahasia Transformasi Kota Metropolitan yang Menarik Perhatian Sinjai

Sebarkan artikel ini
SAMARINDA TRANSFER ILMU - Walikota Samarinda, Andi Harun, terima kunjungan kerja dari pihak DPRD Sinjai. Pencapaian signifikan Kota Samarinda mendorong jajaran DPRD Kabupaten Sinjai untuk menggelar kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Kamis 27 November 2025. (Humas Pemkot Samarinda)

Walikota Samarinda Andi Harun sambut kunjungan kerja DPRD Sinjai, paparkan strategi pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Di tengah pesatnya laju pembangunan daerah, Kota Samarinda di bawah nakhoda Walikota Samarinda Andi Harun telah menjelma menjadi sebuah studi kasus yang menarik. 

Keberhasilan dalam menata kota menjadi lebih modern, maju, dan tertata rapi, membuat ibu kota Kalimantan Timur ini kini menjadi “magnet” bagi daerah lain untuk belajar.

Pencapaian signifikan inilah yang mendorong jajaran DPRD Kabupaten Sinjai untuk menggelar kunjungan kerja (Kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Kamis 27 November 2025.

Rombongan DPRD Sinjai yang dipimpin oleh Wakil Ketua II, Andi Sabir, didampingi anggota dewan lainnya, hadir untuk mendalami resep transformasi yang diterapkan oleh Pemkot Samarinda.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Balai Kota ini berfokus pada tiga pilar utama: tata kelola keuangan daerah yang efektif, strategi peningkatan kebersihan kota, dan peran pengawasan DPRD.

Filosofi “Pesawat Mesin Ganda”

Perwakilan DPRD Sinjai secara terbuka menyampaikan kekaguman mereka.

Mereka menilai Samarinda telah mengalami perubahan wajah yang drastis, didorong oleh kepemimpinan yang visioner dan berani berinovasi, yang pada akhirnya berhasil membangun kepercayaan penuh dari masyarakat.

Menanggapi apresiasi tersebut, Walikota Samarinda, Andi Harun memaparkan arah pembangunan Samarinda yang kini sedang memantapkan langkah menuju kualifikasi Kota Metropolitan dalam lima tahun ke depan.

Ia menekankan bahwa fondasi dari semua capaian ini adalah pemahaman yang mendalam tentang pengelolaan anggaran daerah.

Dengan analogi yang khas dan berwawasan, Andi Harun menyampaikan filosofi kepemimpinannya:

“Melaksanakan pemerintahan itu seperti menerbangkan pesawat bermesin ganda. Dua mesinnya harus berputar dengan kecepatan seimbang agar pesawat ekonomi bisa terbang stabil.”

Baca Juga:   Guru Kaligrafi di Kukar jadi Tersangka Pencabulan, DPRD Dorong Penutupan Ponpes

Filosofi ini mencerminkan pandangannya bahwa seorang kepala daerah harus piawai menyeimbangkan peran anggaran, kapan ia harus menjadi motor penggerak pertumbuhan dan kapan ia harus menjadi benteng pertahanan untuk menjaga stabilitas daerah.

Filosofi “mesin ganda” tersebut terbukti efektif. Andi Harun membeberkan bahwa kinerja ekonomi Samarinda saat ini menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,66 persen dan tingkat kemiskinan turun signifikan menjadi 3,45 persen. 

Angka-angka ini menjadi indikator kuat bahwa kebijakan yang dijalankan berada di jalur yang tepat.

Terkait tantangan fiskal, seperti dampak pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026, Pemkot Samarinda menunjukkan ketahanan dengan menerapkan zero-based budgeting dan menunda pengeluaran yang tidak prioritas.

Fokus utama tetap pada layanan dasar yang langsung menyentuh publik, seperti pengendalian banjir, perbaikan jalan, dan penyediaan air bersih.

Selain tata kelola keuangan, kemajuan kebersihan Samarinda juga menjadi sorotan khusus oleh Sinjai. 

Kota ini dinilai jauh lebih bersih dan berhasil membangun kesadaran publik yang baik.

Menanggapi hal ini, Walikota Samarinda, Andi Harun menjelaskan bahwa Samarinda tengah mengembangkan insinerator di 10 kecamatan, memperkuat sistem persampahan, sekaligus menanamkan budaya kebersihan sejak dini melalui lingkungan pendidikan.

Kunjungan kerja ini pun ditutup bukan hanya sebagai pertukaran data, melainkan pertemuan dua semangat pembangunan.

Pemkot Samarinda berbagi transformasi, sementara Sinjai membawa pulang keinginan kuat untuk maju dan berubah.

“Kita maju bersama. Pemerintahan itu bukan tentang siapa yang lebih hebat, tetapi siapa yang lebih terbuka untuk belajar dan berbagi,” tutup Andi Harun, merangkum esensi dari pertemuan tersebut. (*)