Kandidat lain secara mengejutkan memilih untuk mundur dari pencalonan dan menyatakan dukungan penuhnya kepada Putri Amanada Nurrahmadani
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Setelah setahun mengalami kekosongan kepemimpinan, Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Timur atau Kadin Kaltim kini memiliki ketua definitif.
Putri Amanda Nurrahmadani (23), seorang sosok muda yang mencuri perhatian, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Kaltim periode 2025-2030.
Penetapan ini berlangsung dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Kaltim ke-8 di Hotel Mercure Samarinda, pada Jumat 28 November 2025 malam dengan dinamika yang berlangsung cepat dan mengejutkan.
Sebelum Musprov, dua nama santer disebut sebagai kandidat kuat:
- Putri Amanda Nurrahmadani;
- dan Muhammad Ridwan.
Ridwan, yang lebih dulu mendaftar dan dinyatakan lengkap secara administrasi pada 26 November, tampaknya berada di posisi terdepan.
Sementara itu, Putri Amanda baru mendaftar di menit-menit akhir dan, hingga malam Musprov, status kelengkapan administrasinya masih dipertanyakan.
Namun, forum Musprov membuat keputusan dramatis. Ketua Sidang meminta dan disepakati oleh forum untuk memberikan kesempatan kepada Putri melengkapi berkasnya di kemudian hari, bila ia terpilih.
Perubahan drastis terjadi saat Ketua Caretaker, Muhammad Nasir, mempersilakan Ridwan untuk menyampaikan visi-misinya.
Alih-alih berpidato, Ridwan secara mengejutkan memilih untuk mundur dari pencalonan dan menyatakan dukungan penuhnya kepada pesaingnya tersebut.
“Saya limpahkan ke Putri, semoga Kadin Kaltim lebih berkembang, lebih baik di bawah kepemimpinan Putri,” ujar Ridwan di hadapan peserta Musprov.
Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan seketika menciptakan kondisi aklamasi, meniadakan proses pemilihan yang kompetitif.
Putri Amanda Nurrahmadani pun resmi ditetapkan sebagai Ketua Kadin Kaltim yang baru.
Visi Transformasi dan Isu Kedekatan Kekuasaan
Dalam sambutannya, Putri Amanda menyatakan kesiapannya menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab.
Ia memaparkan visinya untuk ‘Menjadikan Kadin Kalimantan Timur sebagai mitra strategis pemerintah dan pendorong utama transformasi ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan.’
Caranya melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal, penguatan hilirisasi industri, pengembangan pariwisata berbasis desa, serta penguatan ketahanan pangan.
Meskipun aklamasi ini melahirkan pemimpin termuda, prosesnya berpotensi menimbulkan pertanyaan publik mengenai adanya konsolidasi kekuasaan di balik layar.
Isu dugaan kedekatan Putri Amanda dengan lingkaran kekuasaan di Pemprov Kaltim, di mana ia disebut sebagai keponakan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, sempat mencuat di sela-sela forum.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, Putri Amanda Nurrahmadani memilih bungkam alias no comment sebelum meninggalkan ruangan.
Terpilihnya Putri Amanda, seorang wanita muda berusia 23 tahun, melalui jalur aklamasi diharapkan dapat membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi dunia usaha di Kalimantan Timur. (*)












