Titiknol IKN

IKN Bukan Sekadar Kota Baru, Wamendagri: Tapi Standar Baru Pemerintahan

84
×

IKN Bukan Sekadar Kota Baru, Wamendagri: Tapi Standar Baru Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
PEMERINTAHAN HIBRIDA IKN - Warga kunjungi area pusat gedung pemerintahan di IKN Nusantara, Kalimantan Timur. Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bakal menjadi pelopor pemerintahan daerah khusus (Pemdasus) bergaya pemerintahan hibrida, yang memadukan sifat pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sebuah model baru di Indonesia. (Titiknol.id/Dehen Bakena)

TITIKNOL.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfokus pada desain dan infrastruktur fisik.

Ia menilai, kehadiran IKN juga menjadi momentum besar untuk membangun kultur birokrasi dan etos kerja baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Otorita IKN.

‎Menurutnya, ASN yang bertugas di IKN harus menjadi contoh bagi daerah lain.

“IKN ini bukan hanya mendesain, tapi juga membangun etos kerja dan kultur birokrasi. Ini harus menjadi percontohan bagi semua ASN,” ujar Bima dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).

‎Melalui dialog bersama ASN, Bima menekankan pentingnya mendengar langsung tantangan yang terjadi di lapangan.

Ia menyebut pembangunan IKN bukan hanya soal konstruksi bangunan atau perencanaan teknis, tetapi proses menghadirkan standar baru tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan berintegritas.

‎Bima kemudian menyinggung pengalaman selama memimpin Kota Bogor selama sepuluh tahun.

Menurutnya, pemindahan ibu kota adalah langkah tepat karena Jakarta selama ini menanggung beban ganda sebagai pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan pusat aktivitas nasional.

‎Ia menegaskan bahwa ASN pertama yang bertugas di IKN memegang peran strategis sebagai generasi awal dalam membangun fondasi tata kelola pemerintahan baru.

Karena itu, ia menyebut mereka sebagai As-Sabiqun Al-Awwalun, atau kelompok perintis yang akan menentukan DNA birokrasi IKN.

‎Lebih lanjut, Bima menyampaikan bahwa penerapan digitalisasi layanan, sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan konsep smart city harus berjalan berdampingan dengan pembentukan karakter serta integritas para ASN.

“Yang paling dasar bukan hanya kompetensi, tapi karakter,” tegasnya.

‎Ia berharap ASN OIKN mampu menunjukkan profesionalitas, orientasi pelayanan publik, kedisiplinan, dan komitmen dalam menjalankan tugas.

Baca Juga:   5 Lembaga Pendidikan akan Mewarnai Kehidupan Ibu Kota Nusantara di Kaltim

Dengan demikian, mereka dapat menjadi role model bagi ASN di berbagai wilayah Indonesia.

‎Selain itu, Bima menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan konsistensi dalam menerapkan budaya kerja modern.

Hal ini dinilai sebagai kunci terwujudnya IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan yang berstandar nasional maupun global.

‎Pertemuan tersebut sekaligus menjadi titik penguatan komitmen bagi ASN OIKN untuk tampil sebagai garda terdepan dalam membentuk standar baru birokrasi Indonesia.

Bima yakin, dengan fondasi nilai dan karakter yang kuat, IKN dapat menjadi simbol perubahan tata kelola pemerintahan yang lebih maju dan berorientasi pelayanan publik. (*/)