Bukan sekadar permainan, tapi ajang adu ketepatan dengan semangat tinggi. Dengan 18 grup putra dan 8 grup putri berkompetisi, lomba Belogo di Ujoh Bilang sukses menjadi magnet pelestarian budaya dan interaksi sosial
TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Kemeriahan Cross Border Festival yang sebelumnya sukses digelar di Long Hubung pada 28 November hingga 30 November berlanjut ke Ibu Kota Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Ujoh Bilang.
Pelaksanaan hari kedua di Lapangan Ujoh Bilang pada Sabtu (6/12/2025) dimeriahkan dengan penyelenggaraan lomba olahraga tradisional Belogo.
Perlombaan ini menarik antusiasme tinggi dari masyarakat setempat, dengan peserta yang berasal dari seluruh kecamatan di wilayah Mahakam Ulu.
Koordinator lomba tradisional, Philipus Polen Paran, menyampaikan bahwa total terdapat 18 grup yang berkompetisi di kategori putra.
Sementara kategori putri diwakili oleh 8 grup. Semua grup ini merupakan perwakilan resmi dari masing-masing kecamatan.
Intinya, Belogo adalah permainan yang mengandalkan ketepatan, konsentrasi, dan strategi lemparan untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin, sekaligus menjadi sarana penting untuk melestarikan budaya dan mempererat interaksi sosial di Mahakam Ulu.
Philipus menjelaskan bahwa lomba Belogo bukan kali pertama diadakan, dan kegiatan sebelumnya selalu mendapatkan sambutan positif dari warga.
Aturan Sederhana, Semangat Tinggi
Permainan tradisional ini memiliki aturan yang cukup sederhana namun kompetitif. Pemenang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi yang berhasil dikumpulkan.
Jika terjadi hasil imbang, pertandingan akan diulang untuk menentukan juara.
Dia merinci mekanisme permainannya: Dalam satu regu terdapat tiga peserta.
Masing-masing peserta mendapatkan tiga kali kesempatan melempar logo.
“Sehingga total ada sembilan logo yang digunakan dalam satu pertandingan,” jelas Philipus.
Uniknya, setiap posisi logo yang berhasil dicapai memiliki nilai yang berbeda:
- Logo Pertama (Posisi Palingan): Bernilai 5 poin;
- Logo Kedua (Posisi Tengah): Bernilai 10 poin;
- Logo Ketiga (Posisi Paling Belakang): Bernilai 15 poin.
Alat utama yang digunakan dalam permainan Belogo juga sangat khas.
Logo dibuat dari bahan dasar tempurung kelapa, sementara tongkat yang digunakan untuk melempar berasal dari bambu.
Philipus berharap permainan tradisional seperti Belogo dapat terus dikembangkan.
Ia menegaskan bahwa antusiasme tinggi masyarakat Mahakam Ulu terhadap olahraga tradisional ini membuktikan bahwa Belogo adalah bagian penting dalam upaya melestarikan budaya lokal. (*)












