Penajam

Dana Kurang Salur Belum Cair, Mudyat Atur Penggunaan Anggaran Lebih Ketat

92
×

Dana Kurang Salur Belum Cair, Mudyat Atur Penggunaan Anggaran Lebih Ketat

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menunggu kepastian pencairan dana kurang salur tahap akhir dari pemerintah pusat. Saat ini, sekitar 50 persen dana belum dicairkan.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menungkapkan nilai dana yang belum cair itu mencapai sekitar Rp208 miliar.

“Dana kurang salur yang belum cair sekitar 50 persen, nilainya Rp208 miliar. Sampai sekarang belum ada kepastian,” ujar Mudyat, Senin (8/12/2025).

Sementara, hampir semua kegiatan telah berjalan dengan asumsi dana tersebut akan tersedia.

“Kegiatan sudah jalan semua, sementara anggarannya belum pasti masuk. Ini yang jadi tantangan dalam penyusunan anggaran,” jelasnya.

Dari total dana kurang salur sebesar Rp477 miliar, pemerintah daerah baru menerima sekitar Rp250 miliar lebih. Sisa sekitar Rp208 miliar masih menunggu pencairan tahap akhir.

Menurut Mudyat, situasi ini membuat pemerintah daerah harus mengatur pembiayaan secara lebih ketat.

“Karena belum cair, kita benar-benar harus efisien dan efektif dalam penggunaan anggaran. Tidak bisa bergantung pada pihak lain, kita harus mengandalkan kemampuan daerah,” katanya.

Ia juga menekankan desa dan kelurahan agar tidak bergantung penuh pada bantuan pemda PPU.

Menurutnya, kemandirian melalui inovasi dan pengelolaan anggaran yang tepat lebih diperlukan.

“Kalau desa dan kelurahan masih berharap terus dari pemerintah, itu jadi masalah. Makanya kami dorong agar lebih mandiri dengan menggunakan dana desa yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan hanya sekadar dihabiskan,” tegasnya.

Mudyat memastikan pemerintah daerah tetap melakukan pengendalian agar semua program prioritas tetap berjalan meski anggaran belum sepenuhnya tersedia.

“Yang kita lakukan sekarang bagaimana mengendalikan supaya semua bisa tetap jalan dan dampaknya bisa diminimalisir,” ujarnya.

Ia menyadari kondisi fiskal saat ini membutuhkan perencanaan dan pengelolaan anggaran yang lebih terukur.

Baca Juga:   Malam Ini Wayang Semalam Suntuk di Graha Pemuda Penajam

“Dengan APBD yang masih kurang Rp208 miliar, kita perlu manajemen yang baik agar semua kebutuhan tetap terlayani,” tutupnya.

(TN01)