BerauTitiknolKaltim

Berau Terkepung Banjir Lagi, Pasang Air Laut Tahan Air Bah dari Hulu

140
×

Berau Terkepung Banjir Lagi, Pasang Air Laut Tahan Air Bah dari Hulu

Sebarkan artikel ini
BANJIR DI BERAU - Kondisi banjir yang melanda Kampung Tumbit Dayak, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur pada pukul 17.00 Wita, Senin (8/12/2025). Kepala BMKG Berau, Ade Heriyadi, menjelaskan bahwa potensi hujan lebat masih mengintai. Ia menekankan, faktor yang memperparah banjir kali ini adalah fenomena pasang air laut. (HO/Dini)

Banjir Berau kembali ‘mengancam’! Bukan hanya hujan di hulu, tetapi pasang air laut kini menjadi penghalang utama surutnya air. Akankah Berau mengulang bencana parah April 2025 lalu?

TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB — Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali dilanda banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi sejak awal pekan ini.

Meski air mulai surut, warga di kawasan terdampak tetap waspada, mengingat pengalaman banjir parah yang pernah terjadi.

Dini Aprilia (21), warga Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, mengungkapkan bahwa sebagian rumahnya sempat terendam air. Namun, kondisi ini tidak separah banjir besar yang melanda Berau pada April 2025 lalu.

“Saat pukul 20.50 Wita, air di rumah saya yang berbentuk panggung sudah mulai turun. Banjir ini bawaan dari hulu, dari Kampung Merasa,” ungkap Dini pada Senin (8/12/2025).

Menurut Dini, kenaikan air di kampungnya selalu berkorelasi dengan tingginya curah hujan di Merasa.

“Karena di Merasa hujannya tinggi, biasanya selalu seperti itu. Jadi kalau di Merasa naik, bisa naik lagi di kampung kami,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal terburuk, keluarganya telah sigap mengamankan dokumen penting, surat-surat berharga, dan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi.

“Mayoritas masyarakat di Kampung Tumbit Dayak rumahnya panggung, tapi memang kalau banjir bisa terendam. Kami berdoa tidak semakin parah,” tutup Dini.

BPBD Berau Siaga Penuh

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Novian Hidayat, mengonfirmasi bahwa banjir kali ini berpusat di wilayah hulu, meliputi Kecamatan Segah dan Kelay.

Banjir ini dikategorikan sebagai banjir bandang akibat curah hujan yang ekstrem.

Sejumlah kampung yang terdampak parah antara lain Merasa (Kelay), serta Long Ayan, Long Ayap, dan Tepan Buah (Segah).

Baca Juga:   Modus Pengedar Sabu Warga Balikpapan di Penajam Paser Utara, Andalkan Sepatu Boat

Di Kecamatan Sambaliung, banjir juga melanda Long Lanuk, Inaran, Bena Baru, Tumbit Melayu, Teluk Bayur, Tumbit Dayak, dan Labanan Makarti.

“Ini karena curah hujan yang tinggi. Banjir juga mengakibatkan sampah organik maupun non-organik ikut hanyut,” ujar Novian, Senin (8/12/2025).

Novian menambahkan, pihaknya telah menurunkan tim untuk bersiaga di lokasi terdampak, melakukan pemantauan intensif, dan menyosialisasikan agar masyarakat tidak panik serta segera mengungsi jika ketinggian air terus meningkat.

Sebagian warga sudah berpindah ke rumah kerabat yang lebih tinggi, sementara yang lain masih bertahan karena kondisi air masih dianggap dalam batas wajar.

Pasang Air Laut Perparah Kondisi

Kepala BMKG Berau, Ade Heriyadi, menjelaskan bahwa potensi hujan lebat masih mengintai. Ia menekankan, faktor yang memperparah banjir kali ini adalah fenomena pasang air laut.

“Banjir ini bersamaan dengan pasang air laut, sehingga pergerakan air dari hulu tertahan. Jadi memang harus siap siaga,” tegas Ade.

Sebagai langkah antisipasi mandiri, masyarakat diimbau untuk menyiapkan Tas Siaga Bencana (Disaster Kit).

Staf Biro Humas Basarnas, Agus Basori, merinci barang-barang esensial yang wajib dibawa:

Kategori

Rincian Barang Wajib

1. Dokumen Penting

KTP, KK, SIM, Paspor (asli dan fotokopi), Akta Kelahiran/Buku Nikah, Kartu BPJS/Asuransi, Sertifikat penting, Daftar Kontak Darurat (BPBD, RT/RW, RS).

2. Komunikasi & Informasi
Radio portabel, Baterai cadangan, Power bank dan kabel, Peluit (memudahkan pencarian).

3. P3K & Obat-obatan
Peralatan P3K (plester, kasa, perban, antiseptik), Obat-obatan pribadi (hipertensi, asma, diabetes), Obat umum (diare, demam, antialergi), Masker medis/N95, Salep anti nyamuk.

4. Makanan & Minuman
Air minum (minimal 1 liter/orang, ideal 2-3 liter), Makanan awet (biskuit energi, makanan kaleng, roti kering), Makanan instan minim air, Peralatan makan ringan.

Baca Juga:   Muhammadiyah Umumkan Idul Fitri 1445 H pada 10 April 2024, Pemerintah Kapan?

5. Pakaian & Proteksi
Pakaian ganti (1-2 set), Jaket/Raincoat, Selimut ringan/darurat, Kaos kaki tambahan, Sarung (multifungsi).

6. Perlengkapan Praktis
Senter (dinamo lebih baik), Korek api/pemantik, Pisau lipat/multitool, Tali serbaguna/paracord, Kantong plastik besar (multifungsi), Masker debu.

7. Kebersihan
Sabun kecil, Sikat/pasta gigi, Tisu basah, Hand sanitizer, Pembalut (jika perlu).

8. Bayi dan Lansia
Bayi: Susu formula, popok, selimut. Lansia: Obat rutin, kacamata cadangan, tongkat lipat.

Persiapan Lain di Luar Tas Siaga

Selain tas, Agus menekankan pentingnya persiapan evakuasi keluarga:

Tentukan Titik Kumpul keluarga jika terpisah.

Ketahui Jalur Evakuasi dari rumah dan lokasi posko pengungsian terdekat.
Simpan Nomor Penting (Basarnas: 115, BPBD, Damkar, Polisi).

Amankan Rumah: Matikan listrik saat air naik, simpan barang berharga di tempat tinggi, bersihkan saluran air, siapkan alat pemecah kaca.

Install Aplikasi Siaga (BMKG, Inarisk BNPB).

Lakukan Latihan Evakuasi secara berkala. (*)