TITIKNOL.ID, PENAJAM – Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Buluminung mulai bergerak. Saat ini, proyek itu tinggal menunggu selesainya dokumen Detail Engineering Design (DED) sebelum dilanjutkan ke tahap pembangunan oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Safwana mengungkapkan, pembangunan TPST ini penting karena kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung sudah hampir penuh.
“Kalau hanya mengandalkan TPA, paling lama dua tahun lagi sudah kehabisan ruang. Makanya kita siapkan TPST,” kata Safwana, Senin (8/12/2025).
Ia menyebut hampir semua persyaratan sudah terpenuhi, hanya tinggal satu dokumen teknis yang masih dikerjakan.
“Total ada 16 kriteria, dan sekarang tinggal DED. Itu dokumen teknis yang menentukan kebutuhan riil di lapangan,” jelasnya.
Safwana menambahkan, pemerintah pusat memang mendorong daerah untuk mulai beralih dari pola TPA ke sistem TPST yang dinilai lebih modern dan ramah lingkungan. Selain mengolah sampah, teknologi ini disebut bisa membantu menekan emisi gas metana.
“Nanti TPST ini bukan cuma tempat buang sampah, tapi tempat pengolahan. Ada teknologinya,” ujarnya.
DLH PPU juga sudah mengunjungi beberapa daerah untuk melihat penerapan TPST yang sudah berjalan, salah satunya di Banyumas, Jawa Tengah.
“Kita sudah lihat contoh di daerah lain. Nanti teknologi dan sistem yang dipakai akan diputuskan setelah pemaparan akhir dari konsultan,” tutupnya.
(TN01)












