TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuka peluang penyaluran bantuan untuk korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Bupati PPU, Mudyat Noor megatakan, rencana itu masih dibahas bersama bagian keuangan karena kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya stabil.
Ia menyebut sejumlah unsur masyarakat PPU sudah lebih dulu bergerak menggalang donasi, termasuk aliansi pemuda dan masyarakat PPU yang menyerahkan Rp30 juta melalui pemerintah daerah.
“Kita harapkan bantuan itu benar-benar berguna bagi warga terdampak. Tapi kalau bantuan resmi pemerintah, agaknya kita perlu menyesuaikan kemampuan anggaran,” ujar Mudyat, Rabu (10/12/2025).
Pemkab PPU, kata dia masih mengkaji opsi penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun pembahasan dengan bagian keuangan belum tuntas karena dana transfer pusat belum menunjukkan kepastian pencairan.
“Kita harus hati-hati, keuangan lagi tidak stabil. Belum ada tanda-tanda dana terakhir tranfer puat ke daerah, ini jadi pertimbangan juga,” ucapnya.
Merespons banjir yang terjadi, Mudyat menyinggung perlunya sinergi antarwilayah dalam menjaga lingkungan, mengingat karakter geografis Sumatera dan Kalimantan Timur memiliki kemiripan.
Mudyat bilang, banyak aktivitas rawan pelanggaran, seperti illegal logging, berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten.
“Kabupaten kota itu terbatas kewenangannya. Banyak persoalan seperti illegal logging tidak bisa kami sentuh karena bukan ranahnya. Daerah semestinya diberi peran lebih besar dalam pengawasan,” lanjutnya.
Ke depan, hal tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama pemerintah provinsi terkait pentingnya peran daerah dalam pengawasan dan penindakan yang lebih besar terhadap perusahaan.
(TN01)












