TITIKNOL.ID, PENAJAM – Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat realisasi anggaran tahun 2025 hingga 11 Desember mencapai 73 persen.
Kepala BKAD PPU, Muhajir menyampaikan capaian tersebut merujuk pada realisasi keuangan yang diterima daerah.
“Ini mendekati akhir tahun, tapi memang dari sisi keuangan kita ketahui bersama ada terkendala proses pembayaran,” ungkap Muhajir, Kamis (11/12/2025).
Ia menyebutkan pihak ketiga yang mengerjakan proyek secara umum sudah menuntaskan tanggung jawab pekerjaan.
“Secara progres rata-rata sudah bagus semua lah. Ada yang sudah tuntas dan hampir tuntas. Itu secara fisik,” kata dia.
Meski realisasi fisik dinyatakan rampung, realisasi keuangan terbilang cukup rendah karena pemerintah daerah masih menunggu penyaluran kurang bayar dari pusat, total Rp208 miliar.
“Ada alokasi kurang bayar kita senilai Rp208 miliar yang belum dibayarkan pusat, sehingga ini memengaruhi terkait proses pembayaran secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukkan kinerja positif dalam penyerapan anggaran.
“Capaian perangkat daerah umumnya baik, seperti di DPUPR progresnya bagus semua. OPD lainnya juga saya kira baik, walaupun di akhir tahun pada saatnya mungkin ada yang tidak selesai, tetapi tentu bisa diberikan tambahan waktu sesuai ketentuan,” tambahnya.
Pihaknya optimis, hingga sebelum tahun 2025 berakhir Pemda PPU mampu menyerap anggaran hingga 90 persen lebih dengan syarat dana kurang salur tersebut segera dibayarkan oleh pemerintah pusat.
“Kita optimis bisa di angka 93 persen seperti tahun lalu. Hanya saja, sekali lagi kami menghitung ketika dana Rp208 miliar itu disalurkan, maka kami yakini semua kegiatan yang berjalan mampu pemerintah bayarkan,” tandasnya.
(TN01)












