BalikpapanTitiknolKaltim

Warga Sepinggan Digegerakan Pria Tergeletak Depan Kantor Pos Balikpapan, Diduga Korban Pencurian

97
×

Warga Sepinggan Digegerakan Pria Tergeletak Depan Kantor Pos Balikpapan, Diduga Korban Pencurian

Sebarkan artikel ini
KASUS PENCURIAN BALIKPAPAN - Olah tempat kejadian perkara di Kantor Pos Sepinggan, Jalan Marsma R. Iswahyudi, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Sabtu (13/12/2025). Diduga ada kejadian pencurian dengan pemberatan dengan korban seorang pegawai kantor pos. 

Bukan ditembak, tetapi terluka parah. Isu penembakan yang sempat mencekam warga Balikpapan Selatan dibantah. Polisi kini menyelidiki kasus kekerasan yang menimpa karyawan Kantor Pos Sepinggan, di mana pelaku diduga masuk melalui jalur belakang

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Warga Balikpapan digegerkan dengan penemuan seorang pria tergeletak bersimbah darah di bagian kepala. Korban ditemukan di seberang Kantor Pos Sepinggan, Jalan Marsma R. Iswahyudi, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Sabtu (13/12/2025).

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, segera memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan kabar yang beredar.

Kombes Pol Anton Firmanto dengan tegas membantah isu adanya penembakan dalam peristiwa di Kantor Pos Sepinggan tersebut.

Ia menegaskan, peristiwa itu merupakan tindak pidana yang diduga kuat mengarah pada pencurian dengan kekerasan (Curas) atau pencurian dengan pemberatan (Curat).

“Hari ini kita mendapat kabar bahwa terjadi tindak pidana. Yang diisukan ada penembakan itu tidak benar. Memang terjadi, kemungkinan pencurian,” ujar Kombes Pol Anton Firmanto yang dikutip pada Sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan, adanya unsur kekerasan diperkuat dengan luka yang dialami korban.

Meskipun mengalami luka serius, korban yang diketahui merupakan karyawan Kantor Pos Sepinggan dipastikan masih dalam keadaan hidup dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban alhamdulillah dalam keadaan hidup dan sekarang sudah dievakuasi di rumah sakit,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Anton, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami kasus tersebut.

Penyelidikan berfokus menelusuri cara pelaku masuk ke dalam kantor pos, jumlah pelaku, serta barang-barang yang kemungkinan hilang.

Kapolresta kembali menekankan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi keliru terkait penembakan, seraya mengoreksi istilah yang digunakan.

Baca Juga:   Artis Kelahiran Balikpapan Marissa Haque Meninggal Dunia, Pernah Terjun di Dunia Politik

“Tidak ada penembakan. Jadi mohon diluruskan, jangan sampai simpang siur kembali,” tegasnya.

“Ini tindak pidana, kemungkinan pencurian dengan pemberatan, dilihat dari luka korban. Bukan perampokan murni,” bebernya. 

Identitas lengkap korban masih akan disampaikan lebih lanjut oleh kepolisian.

Selain itu, terdapat saksi lain, termasuk Ketua RT setempat, yang diharapkan dapat mempercepat proses penyelidikan.

“Dari keterangan korban nantinya, kita bisa mencari informasi terkait kejadian maupun ciri-ciri pelaku,” pungkas Anton Firmanto.

Di lokasi kejadian, keterangan warga setempat menguatkan adanya tindak kekerasan.

Suroso, warga sekitar, mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah kantor pos tersebut.

“Korban sempat teriak dirampok dari belakang dan minta tolong,” ujar Suroso.

Saat warga mendatangi sumber suara, korban sudah terkapar di tanah dalam kondisi terluka dan mengeluarkan darah di bagian kepala.

Korban kemudian segera dievakuasi oleh petugas Puskesmas Balikpapan Selatan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. 

Momen Kritis dan Upaya Penyelamatan

Ketua RT 23 Kelurahan Sepinggan Raya, Rusli, mengungkapkan bahwa korban saat kejadian berada seorang diri di dalam kantor, diduga sedang melakukan proses penutupan atau closing.

“Warga baru mengetahui kejadian ini setelah korban berlari keluar, meminta tolong, lalu terjatuh dan tergeletak di pinggir jalan, sekitar 10 meter dari kantor pos,” ujar Rusli di lokasi kejadian.

Warga sekitar, dibantu oleh pekerja bengkel yang pertama kali menghampiri korban, langsung memberikan pertolongan.

Kebetulan, seorang pegawai puskesmas melintas di lokasi, sehingga korban segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk penanganan medis darurat.

Rusli menyebutkan bahwa korban menderita luka serius di bagian belakang tubuh.

“Lukanya di bagian belakang. Darah sudah sempat terlihat di meja dan lantai di dalam kantor pos, makanya dia [korban] berlari keluar untuk meminta tolong,” ungkapnya.

Baca Juga:   DPRD Kaltim Beri Rekomendasi untuk Menutup Sementara Jembatan Mahakam I Samarinda

Bantahan Keras Isu Penembakan

Terkait isu penembakan yang sempat beredar cepat di masyarakat, Rusli memastikan informasi tersebut tidak benar dan masih sebatas asumsi.

“Dari beberapa saksi memang sempat bertanya kepada korban apakah ditembak, tetapi kami tidak bisa langsung berasumsi. Dilihat dari lukanya itu adalah sobekan, jadi sementara isu penembakan tidak benar,” tegasnya.

Dugaan awal mengarah pada tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) yang menargetkan korban secara perorangan, bukan perampokan kantor pos secara keseluruhan.

Rusli menambahkan, pelaku diduga masuk melalui bagian belakang bangunan. “Informasinya masuk lewat belakang. Polisi juga sudah olah TKP sampai ke kebun belakang,” katanya.

Meskipun Kantor Pos Sepinggan memiliki kamera pengawas (CCTV), pihak kantor pos pusat mengonfirmasi bahwa CCTV tersebut dalam kondisi tidak aktif.

Beruntung, CCTV milik warga sekitar sempat merekam pergerakan korban saat berlari keluar dari lokasi kejadian, meski identitas pelaku belum teridentifikasi oleh saksi mata.

Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi (police line) dan kasus ini sepenuhnya berada dalam penanganan intensif Polresta Balikpapan guna mengungkap pelaku dan motif di balik insiden tragis ini.

(*)