TITIKNOL.ID, PENAJAM – Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Rasyid menegaskan perusahaan tidak lagi bergantung pada dukungan keuangan pemerintah daerah.
BUMD yang bergerak di sektor layanan dasar air bersih itu kini mengklaim telah mandiri secara finansial.
Rasyid, menyampaikan kemandirian tersebut telah berjalan dalam empat tahun terakhir. Sejak 2022, Perumda AMDT mulai mencatatkan laba yang dinilai cukup signifikan.
“Kita diminta untuk bisa mengusahakan sendiri. Alhamdulillah, empat tahun terakhir sudah kita lakukan,” kata Rasyid, Senin (29/12/2025).
Menurut dia, keuntungan yang diperoleh tidak semata untuk perusahaan, melainkan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan layanan. Salah satunya melalui kemudahan sistem pembayaran.
Perumda AMDT, lanjutnya, juga menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga perbankan, seperti Bank BTN dan BNI, untuk menghadirkan layanan pembayaran air secara daring.
Langkah ini disebut sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, ada pula program bantuan air bersih gratis yang dicanangkan kepala daerah.
“Intinya, kita mendekatkan layanan ke masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama juga dilakukan dengan PT ASDP Indonesia Ferry terkait penyediaan air bersih bagi kapal feri, khususnya untuk kebutuhan pelayanan pada malam hari.
Di sisi lain, Perumda AMDT turut berperan dalam penanganan kebencanaan. Melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perusahaan membuka akses penuh pemanfaatan aset PDAM untuk suplai air bersih di wilayah terdampak bencana.
“Dalam kondisi darurat, BPBD bisa langsung memanfaatkan fasilitas PDAM tanpa harus melalui birokrasi yang panjang,” pungkas Rasyid.
(TN01)












