SendawarTitiknolKaltim

Jalan Utama Siluq Ngurai Kutai Barat-Samarinda Ambles, Tergerus Aliran Sungai Gosi

44
×

Jalan Utama Siluq Ngurai Kutai Barat-Samarinda Ambles, Tergerus Aliran Sungai Gosi

Sebarkan artikel ini
JALAN KUBAR AMBLES - Jalur nadi transportasi yang menghubungkan Samarinda dan Kutai Barat rusak parah. Akibat terjangan cuaca ekstrem, ruas Jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Siluq Ngurai, tepatnya di antara Kampung Muhur dan Kampung Muara Tae, mengalami ambrol pada Senin (29/12/2025). (HO/Polsek Siluq Ngurai)

Nadi transportasi Kutai Barat-Samarinda tersendat di Siluq Ngurai. Amblesnya jalan poros di Kampung Muhur menjadi ujian bagi mobilitas kita hari ini. Intip langkah darurat pemerintah dan ke mana arah perjalanan dialihkan

TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Aspal hitam yang membelah keheningan Kampung Muhur kini tak lagi utuh. Jalan Poros Trans Kalimantan Timur, urat nadi yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dengan jantung provinsi di Samarinda, terpaksa tunduk pada kekuatan alam.

Pada Senin 29 Desember 2025, jalur utama di Kecamatan Siluq Ngurai ini ambles, menyisakan pemandangan pilu berupa patahan aspal yang menganga.

Bukan tanpa sebab jalan itu menyerah. Di balik kokohnya permukaan aspal, mengalir Sungai Gosi yang arusnya kian menderu dalam beberapa waktu terakhir.

Derasnya aliran air perlahan namun pasti mengikis fondasi di bawahnya, hingga akhirnya tanah tak lagi sanggup menopang beban peradaban di atasnya.

Keselamatan di Atas Segalanya

Kini, deru kendaraan yang biasa meramaikan jalur Belusuh harus tertahan.

Akses utama yang hampir terputus total ini memaksa para pelancong dan warga lokal untuk memutar arah demi keselamatan. 

Pihak berwenang pun bergegas memasang garis pembatas dan rambu peringatan, seolah menandai bahwa bumi sedang butuh waktu untuk pulih.

Camat Siluq Ngurai, Bartolomius Djukuw, turun langsung ke lokasi bersama jajaran Polsek setempat.

Di bawah langit yang mungkin kembali menjatuhkan hujan, mereka memastikan tak ada nyawa yang terjebak dalam patahan jalan tersebut.

Keselamatan warga adalah prioritas tertinggi kami. Untuk sementara, langkah pahit harus diambil.

“Jalur dialihkan hingga penanganan darurat benar-benar tuntas,” ujar Bartolomius dengan nada penuh keprihatinan.

Menyambung Kembali yang Terputus

Upaya penyelamatan jalur ini mulai dilakukan. Alat-alat berat dari kontraktor terdekat telah dikerahkan sebagai langkah darurat untuk melakukan perbaikan sementara.

Baca Juga:   Reaksi Bupati Berau Sri Juniarsih Saat Kepala Kampung Long Suluy Kaltim Terjerat Narkoba 

Di saat yang sama, koordinasi dengan Balai Penanganan Jalan Nasional (BPJN) terus dilakukan demi menghadirkan solusi permanen.

“Kami khawatir patahan ini akan melebar jika curah hujan kembali meninggi. Karena itulah, portal penutup sementara kami pasang agar kerusakan tidak semakin parah,” tambahnya.

Bagi pengguna jalan yang hendak menuju Samarinda atau sebaliknya, perjalanan kini harus sedikit lebih panjang.

Jalur alternatif melalui Simpang Manis hingga keluar di dekat Gapura Tugu Selamat Datang Siluq Ngurai menjadi tumpuan sementara untuk menjaga roda mobilitas tetap berputar.

Kini, warga hanya bisa menatap aspal yang hancur itu dengan harapan besar.

Semoga tangan-tangan perbaikan segera menyembuhkan luka di jalur Trans Kaltim ini, agar denyut nadi transportasi di Bumi Sendawar kembali normal seperti sedia kala.

Penyebab di Balik Ambrolnya Jalan

Jalur nadi transportasi yang menghubungkan Samarinda dan Kutai Barat kembali diuji.

Akibat terjangan cuaca ekstrem, ruas Jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Siluq Ngurai, tepatnya di antara Kampung Muhur dan Kampung Muara Tae, mengalami ambrol pada Senin (29/12/2025).

Hampir separuh badan jalan runtuh, menciptakan tantangan besar bagi kelancaran arus lalu lintas di akses vital tersebut.

Namun, kesigapan petugas di lapangan memastikan roda mobilitas masyarakat tidak sepenuhnya terhenti.

Kapolsek Siluq Ngurai, Ipda Ginanjar Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa kerusakan parah ini dipicu oleh debit air yang melonjak tajam menyusul hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

“Aliran air yang sangat kuat dari sisi hulu menggerus landasan jalan, terutama pada bagian gorong-gorong.

Hal ini membuat struktur fondasi menjadi rapuh dan akhirnya tidak kuat lagi menahan beban kendaraan,” ungkap Ipda Ginanjar.

Meski sempat terjadi antrean kendaraan roda empat yang memanjang di sekitar lokasi longsor, situasi segera terkendali.

Baca Juga:   Galeri UMKM Bakal Dibuka di Balikpapan, Etalase Produk-produk Unggulan Kaltim

Tim gabungan dari unsur Muspika, TNI, dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif.

Demi menjaga keselamatan dan mencegah kemacetan total, petugas telah menyiapkan skenario pengalihan arus yang efektif:

  • Rute Alternatif:

Pengendara dari arah Barong diarahkan masuk melalui Jalan Simpang Manis.

  • Titik Keluar:

Jalur ini nantinya akan menembus Jalan Logging Kilometer 30 di Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang.

Pemerintah setempat mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di wilayah Kutai Barat.

(*)