SamarindaTitiknolKaltim

Menantang Maut di Balik Kelok Indah Poros Samarinda-Bontang

55
×

Menantang Maut di Balik Kelok Indah Poros Samarinda-Bontang

Sebarkan artikel ini
TITIK RAWAN KECELAKAAN - Lokasi kecelakaan daerah Jalan Poros Samarinda-Bontang, kawasan Tanah Merah mungkin terasa seperti perjalanan biasa dengan pemandangan pepohonan hijau di kanan-kiri. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna menyusun kepingan fakta di balik kecelakaan maut tersebut.

Aspal mulus bukan jaminan keselamatan. Pada sore, Jalan Poros Samarinda-Bontang kembali membuktikan predikatnya sebagai jalur tengkorak. Di balik tanjakan dan tikungan tajam Tanah Merah, sebuah kecelakaan maut merenggut nyawa di penghujung tahun. Apa yang sebenarnya terjadi di titik rawan tersebut? Ini laporan lengkap dari lokasi

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Bagi sebagian orang, melintasi jalan Poros Samarinda-Bontang di kawasan Tanah Merah mungkin terasa seperti perjalanan biasa dengan pemandangan pepohonan hijau di kanan-kiri.

Namun, di balik aspal yang mulus dan kelokan yang landai, tersimpan risiko besar yang setiap saat bisa merenggut nyawa.

Kawasan di sekitar Kebun Raya Samarinda hingga arah Bandara APT Pranoto ini sudah lama menyandang predikat sebagai jalur rawan. M. Imam, seorang warga setempat, sudah terbiasa melihat bagaimana kendaraan berlalu-lalang dengan kecepatan tinggi di jalur yang sebenarnya penuh tipu daya ini.

“Harus pelan-pelan kalau lewat Kebun Raya ini. Jalannya berkelok-kelok, ada tikungan yang sangat curam,” ujar Imam sembari mengingatkan siapa saja yang melintas agar tidak meremehkan medan jalan.

Peringatan Imam bukan tanpa alasan. Di Desember yang seharusnya penuh keceriaan libur akhir tahun, satu nyawa kembali melayang di jalur provinsi ini. Sebuah pengingat pahit bahwa maut tidak pernah berlibur.

Bripka Dedy, Komandan Regu C Lakalantas Polresta Samarinda, berdiri di lokasi kejadian dengan raut wajah serius.

Baginya, setiap angka kecelakaan bukan sekadar statistik, melainkan duka bagi sebuah keluarga.

“Sayangilah keluarga kalian. Kalau sudah kecelakaan, yang rugi bukan cuma diri sendiri, tapi juga orang lain,” ungkapnya dengan nada mengimbau.

Dedy mencermati bahwa kondisi jalan yang sebenarnya “baik” justru sering menjadi bumerang.

Pengendara cenderung memacu gas lebih dalam, tanpa menyadari adanya tanjakan dan tikungan tajam yang mengintai di depan.

Baca Juga:   Pemindahan ASN ke IKN Masih Belum Pasti, Menpan RB: Tunggu Arahan Presiden Prabowo

Apalagi di musim liburan sekolah seperti sekarang, banyak remaja yang turun ke jalan demi mencari hiburan bersama teman-temannya tanpa kewaspadaan penuh.

Catatan kepolisian menunjukkan bahwa hampir setiap hari ada saja insiden di jalur ini, mulai dari kecelakaan tunggal hingga tabrakan beruntun. Namun, korban jiwa hari ini menjadi titik kelam di penghujung tahun.

Kini, jalur Poros Samarinda-Bontang tetap membentang, menunggu setiap pengendara untuk lebih bijak.

Sebab pada akhirnya, secepat apa pun kendaraan melaju, tujuan utamanya tetaplah pulang dengan selamat ke pelukan keluarga.

Detik-detik Truk Biru Dihantam

Guratan senja di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Selasa (30/12/2025), seketika berubah menjadi suasana mencekam.

Di tengah hiruk-pikuk arus kendaraan yang mulai padat, sebuah dentuman keras menandai tragedi maut di kawasan Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara.

Satu nyawa melayang setelah sepeda motor Honda Vario berkelir merah dengan nopol KT 6749 BBI menghantam truk Fuso biru berpelat KT 8843 DC.

Pengendara motor yang diketahui merupakan seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun itu mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.

Seorang saksi mata, warga Kebon Agung yang melintas sesaat setelah kejadian, menggambarkan situasi pilu tersebut. Meski arus lalu lintas sempat tersendat, evakuasi berlangsung cepat.

“Saya lewat sekitar pukul 17.17 Wita. Korban sudah dievakuasi karena luka parah di kepala. Sementara truk biru itu sudah digeser ke atas, sekitar 100 meter dari titik tabrakan,” ungkapnya.

Di sudut jalan, pemandangan kontras terlihat. Sopir truk Fuso yang mengenakan kaus hitam dan celana jins tampak terduduk lemas.

Bersandar pada pembatas jalan dengan pengawalan petugas, raut wajahnya menyiratkan trauma mendalam. Ingatannya masih tertuju pada detik-detik saat motor korban melaju di tikungan.

Baca Juga:   Alasan DPRD Kaltim Bahas Desentralisasi dan Otonomi Daerah era Reformasi Indonesia

“Posisi saya sudah benar di jalur kiri menuju arah Sambera Muara Badak. Tiba-tiba motor itu datang menikung. Saya, saya sudah pusing, tidak sanggup menjelaskan lagi,” ucap sang sopir dengan suara bergetar.

Bripka Dedy, Komandan Regu C Laka Lantas Polresta Samarinda, mengonfirmasi bahwa pihaknya bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan pukul 16.30 Wita.

Berdasarkan pengamatan awal, motor korban diduga melaju terlalu ke kanan hingga masuk ke jalur truk.

“Korban meninggal dunia di tempat. Fokus kami saat ini adalah mengamankan barang bukti dan mencari saksi tambahan untuk memastikan kronologi detailnya,” jelas Bripka Dedy.

Untuk menghindari kemacetan panjang di jalur provinsi tersebut, truk Fuso dievakuasi ke area yang lebih lapang setelah tanjakan.

“Posisinya tadi sempat menghalangi jalan, jadi kami geser ke atas agar arus lalu lintas kembali lancar. Terkait muatan truk, akan kami periksa lebih lanjut,” tambahnya.

Kini, aspal Tanah Merah kembali membisu, menyisakan duka bagi keluarga yang ditinggalkan dan trauma bagi mereka yang menyaksikan.

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna menyusun kepingan fakta di balik kecelakaan maut tersebut. (*)