Belum genap sebulan diperbaiki, Jembatan Mahulu kembali ‘dihajar’ tongkang batu bara! Kali ini bukan cuma pilar jembatan yang terancam, dapur warga pun lumat hingga rata dengan sungai
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Belum genap satu bulan sejak insiden terakhir, Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi korban hantaman tongkang batu bara.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu 4 Januari 2026 dini hari pukul 01.17 Wita ini tidak hanya mengancam struktur jembatan, tetapi juga menghancurkan tempat tinggal warga di pesisir Sungai Mahakam.
Kejadian ini seolah menjadi “deja vu” yang menyakitkan, mengingat pada 23 Desember 2025 lalu, jembatan yang dibangun dengan dana APBD Kaltim ini juga mengalami insiden serupa.
Bagi Lukman Dwi Handoko (32), warga Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, malam itu berubah menjadi horor.
Saat ia dan keluarganya sedang terlelap, suara dentuman keras memecah keheningan malam.
“Saya tidur, dengar suara nyaring sekali. Pas saya cek ke belakang, tiba-tiba dapur sudah habis,” ujar Lukman pilu.
Tongkang besi raksasa yang hilang kendali menyapu area dapur rumahnya yang berukuran 2,5 meter menjorok ke sungai.
Akibatnya, harta benda seperti mesin cuci, kulkas, dan perabotan rumah tangga lainnya ikut tenggelam ke dasar Sungai Mahakam.
Kini, Lukman dan empat anggota keluarganya terpaksa menumpang ke rumah kerabat hanya untuk sekadar urusan sanitasi.
Kronologi Kejadian Tali Towing Putus
Berdasarkan data sementara, insiden ini melibatkan dua kapal:
- TB Bloro–7 (Tongkang Roby–311):
Diduga kuat mengalami putus tali towing (seret), sehingga tongkang bermuatan penuh batu bara lepas kendali, menyapu rumah warga, dan menghantam pilar Jembatan Mahulu.
- TB Raja Laksana–166 (Tongkang Danny–66):
Mencoba melakukan upaya penahanan untuk meminimalkan benturan, namun laju tongkang yang lepas terlalu kuat.
Respons Cepat PUPR Kaltim
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur langsung bereaksi atas kejadian berulang ini.
Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyatakan akan segera menurunkan tim ke lapangan.
“Kami akan cek di lapangan bersama dinas terkait untuk melihat apakah ada kerusakan pada pilar jembatan, seperti insiden dua pekan lalu. Akan kami infokan segera hasilnya,” tulisnya singkat melalui pesan elektronik.
Hingga saat ini, total kerugian material akibat kerusakan rumah warga dan potensi kerusakan struktur jembatan masih dalam tahap penghitungan.
Namun, trauma mendalam bagi warga bantaran sungai menjadi kerugian non-material yang sulit dinilai harganya. (*)












