TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot pengembangan sektor pariwisata, khususnya di kawasan pesisir.
Salah satu fokusnya adalah pengembangan ekowisata mangrove di Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Rusli, mengatakan pengembangan dilakukan setelah ekowisata mangrove diresmikan pada akhir 2024 lalu.
Saat ini, pemerintah daerah berencana menambah dan memperpanjang jembatan mangrove yang telah direvitalisasi.
“Bupati menginginkan jembatan mangrove yang sudah direvitalisasi itu dipanjangkan lagi hingga mengarah ke laut,” ujar Rusli, Rabu (7/1/2026).
Jembatan wisata mangrove dengan panjang sekitar 400 meter tersebut sebelumnya telah direvitalisasi menggunakan APBD dengan nilai Rp2,1 miliar.
Dalam rencana pengembangan terbaru, jembatan akan ditambah sepanjang kurang lebih 70 meter dibentuk menyerupai huruf T.
“Di ujungnya nanti langsung menghadap ke laut. Jadi jembatan baru itu menyambung dengan jembatan yang sudah ada,” jelasnya.
Selain itu, Disbudpar juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa area kuliner di sisi kiri dan kanan jembatan untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Rusli menambahkan, pengembangan ini dilakukan untuk memperkuat daya tarik kawasan ekowisata mangrove yang dinilai strategis karena berada di garis pantai serta berdekatan dengan Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Corong.
“Kawasan pesisir PPU masih sangat luas dan potensial. Karena itu, wisata pesisir menjadi salah satu destinasi unggulan yang terus kami kembangkan,” tutupnya.
(TN01)












