Nasional

PWI Pusat Umumkan 10 Kepala Daerah Nominator Anugerah Kebudayaan 2026, Termasuk Wali Kota Samarinda‎

120
×

PWI Pusat Umumkan 10 Kepala Daerah Nominator Anugerah Kebudayaan 2026, Termasuk Wali Kota Samarinda‎

Sebarkan artikel ini
ANUGRAH KEBUDAYAAN - Wali Kota Samarinda Andi Harun resmi masuk tiga besar Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026, (HO/ IG@pemkot.samarinda)

TITIKNOL.ID – Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026 diikuti sepuluh kepala daerah terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pemajuan kebudayaan daerah.

‎Sepuluh nominator tersebut terpilih setelah melalui proses seleksi ketat yang dilakukan oleh dewan juri PWI Pusat, berdasarkan penilaian komprehensif terhadap kebijakan dan implementasi program kebudayaan di daerah masing-masing.

‎Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa para nominator merupakan hasil penyaringan mendalam dari puluhan proposal yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

‎“Sepuluh kepala daerah tersebut dipilih oleh dewan juri setelah melalui penilaian mendalam terhadap proposal beserta seluruh lampirannya yang sangat lengkap,” kata Yusuf dalam keterangan rilis, Senin (5/12/2026).

‎Ia menjelaskan, berkas penilaian meliputi video pendukung, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto kegiatan kebudayaan. Bahkan, setiap proposal terdiri dari puluhan hingga ratusan halaman dokumen.

‎Dari sepuluh nominator tersebut, tiga di antaranya berasal dari kalangan wali kota, yakni Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat; Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun; serta Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, H Mohan Roliskana.

‎Sementara itu, tujuh nominator lainnya berasal dari kalangan bupati, yakni Harmartoni Ahadis dari Kabupaten Lampung Utara; Agus Setiawan dari Kabupaten Temanggung; Heribertus Geradus Laju Nabit dari Kabupaten Manggarai; serta Arief Rohman dari Kabupaten Blora.

‎Selanjutnya, Maya Hasmita dari Kabupaten Labuhanbatu, Hermus Indou dari Kabupaten Manokwari, serta John Kenedy dari Kabupaten Padang Pariaman turut masuk dalam daftar kepala daerah nominator Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.

‎Yusuf menilai keberagaman latar belakang daerah para nominator mencerminkan kekayaan ekspresi budaya Indonesia, dengan pendekatan kebijakan yang disesuaikan dengan karakter sosial dan budaya masing-masing wilayah.

‎Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”, yang menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga warisan budaya sekaligus menyesuaikannya dengan dinamika zaman.

‎Tahapan akhir penilaian akan dilaksanakan melalui sesi presentasi pada 8–9 Januari 2026 di Kantor PWI Pusat, Jakarta.

Baca Juga:   Viral! Pemuda di Bandung Jual Video Porno Anak Via Telegram Rp15 Ribu

Dalam sesi tersebut, setiap kepala daerah akan memaparkan secara langsung gagasan, kebijakan, serta praktik pemajuan kebudayaan yang telah dijalankan di daerah masing-masing.

‎Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI-HPN 2026 berjumlah lima orang, terdiri dari unsur internal dan eksternal PWI Pusat, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.

Aspek penilaian meliputi penguasaan materi, substansi kebijakan, gaya serta teknik presentasi, hingga penggunaan sarana pendukung.

‎Penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 dijadwalkan akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026.

Ajang ini diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan kebijakan kebudayaan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (*/)