SamarindaTitiknolKaltim

Tekan Biaya Transportasi Warga, Pemkot Samarinda Siapkan Pengembangan Bus Terintegrasi

21
×

Tekan Biaya Transportasi Warga, Pemkot Samarinda Siapkan Pengembangan Bus Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
ANGKUTAN UMUM KOTA - Contoh transportasi umum Bus Rapid Transit yang beredar di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Transportasi umum ini di antarnya mengurangi volume kendaraan di jalan agar tidak terjadi kemacetan lalu-lintas yang parah. MTI menekankan bahwa transportasi seharusnya menjadi urusan wajib pelayanan dasar. Hal ini mengingat besarnya proporsi pengeluaran rumah tangga untuk mobilitas harian yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.

Sering merasa gaji habis di bensin dan parkir? Pemkot Samarinda dan MTI tengah merancang sistem transportasi publik yang lebih murah dan terintegrasi untuk meringankan dompet warga Kota Tepian

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menerima audiensi jajaran Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur di Ruang Rapat Wawali, Kamis (8/1/2026), Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Pertemuan strategis ini fokus membahas penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Tepian, julukan Samarinda. 

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk menekan beban biaya transportasi yang selama ini ditanggung masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, MTI menekankan bahwa transportasi seharusnya menjadi urusan wajib pelayanan dasar.

Hal ini mengingat besarnya proporsi pengeluaran rumah tangga untuk mobilitas harian yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.

ANGKUTAN UMUM – Warga naik bus listrik rute rest area di Sepaku ke dalam komplek pusat pemerintahan Ibu Kota Nusantara.  Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menekankan bahwa integrasi data adalah kunci agar pembangunan di kawasan IKN dan wilayah penyangganya tepat sasaran.

Sorotan 3 Poin

Selain mendorong pengembangan angkutan umum, MTI juga menyoroti tiga poin krusial:

  • Pengendalian kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
  • Peningkatan konektivitas antarwilayah.
  • Pengawasan tata ruang yang selaras dengan perencanaan transportasi.

Menanggapi hal tersebut, Wawali Saefuddin Zuhri menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam membangun sistem transportasi yang andal, efisien, dan pro-rakyat.

Menurutnya, masukan dari pakar transportasi di MTI akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam perumusan kebijakan daerah ke depan.

“Pengembangan angkutan umum berbasis bus merupakan solusi yang paling realistis untuk jangka menengah, menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah saat ini,” ujar Saefuddin Zuhri.

Baca Juga:   Proyek RS Tanjung Redeb Terjebak Zona Abu-abu Perizinan, DPRD Berau Berikan Reaksi

Lebih lanjut, Wawali juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat konektivitas di wilayah Samarinda dan sekitarnya.

Beliau menyatakan kesiapannya untuk mengawal langsung kepentingan daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Jika memang dibutuhkan penguatan dari MTI, dirinya siap hadir bersama-sama untuk memperjuangkan kepentingan daerah. 

“Tujuan utama kita adalah agar masyarakat mendapatkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau,” pungkasnya.

(*)