SamarindaTitiknolKaltim

Sarung Samarinda Melangkah ke Panggung Nasional, Andi Harun Raih Trofi Abyakta PWI 2026

23
×

Sarung Samarinda Melangkah ke Panggung Nasional, Andi Harun Raih Trofi Abyakta PWI 2026

Sebarkan artikel ini
PENGHARGAAN - Wali Kota Samarinda Andi Harun ditetapkan mendapat Anugerah Kebudayaan (Trophy Abiyakta dan Piagam) PWI Pusat tahun 2026. (Foto: HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Sarung tak lagi sekadar dilipat rapi di lemari. Dari Samarinda, ia melangkah tenang menuju panggung nasional.

Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Sarung Samarinda meraih Trofi Abyakta dalam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (9/1/2026) malam.

‎Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pengakuan atas cara Pemerintah Kota Samarinda memperlakukan kebudayaan—dirawat, dihidupkan, dan dihadirkan dalam keseharian masyarakat.

‎Di bawah kepemimpinan Andi Harun, Sarung Samarinda tidak berhenti sebagai busana adat atau pelengkap seremoni.

Ia tumbuh menjadi identitas kota yang dikenakan di ruang publik, forum resmi, hingga aktivitas warga sehari-hari.

‎Trofi Abyakta merupakan penghargaan tertinggi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melalui Anugerah Kebudayaan PWI (AK-PWI).

Istilah Abyakta yang berasal dari bahasa Sanskerta bermakna hati yang terang atau manifestasi yang tampak, melambangkan kejernihan gagasan serta keberanian mewujudkan nilai budaya dalam kebijakan nyata.

‎Penghargaan ini diberikan kepada bupati atau wali kota yang dinilai berhasil menginovasi sekaligus melestarikan kebudayaan daerah, dengan komitmen kuat melindungi dan mengembangkan budaya lokal secara berkelanjutan.

‎Proses penilaian dilakukan secara ketat melalui presentasi gagasan kebudayaan di hadapan dewan juri nasional PWI.

Dalam pemaparannya, Andi Harun menegaskan bahwa kebudayaan tidak boleh berhenti di panggung seremoni.

‎“Kebudayaan harus hidup, dikenakan, dan dirasakan. Sarung Samarinda adalah busana tropis yang membumi, sederhana, inklusif, dan relevan dengan zaman, sekaligus penanda identitas kultural masyarakat Samarinda,” ujar Andi Harun.

‎Sebelumnya, dalam tahap pengajuan proposal, Andi Harun mengusung gagasan bertajuk “Dari Wastra Lokal Menuju Kebudayaan Nasional” dan berada di peringkat kedua setelah Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dengan selisih nilai lima poin.

‎Ketua Panitia Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyebut Trofi Abyakta sebagai bentuk pengakuan tertinggi bagi kepala daerah yang mampu menyinergikan kebudayaan dengan kebijakan publik secara konsisten dan berdampak luas.

‎“Penghargaan ini menegaskan bahwa Samarinda bukan sekadar membangun kota, tetapi juga merawat makna. Dari selembar sarung, lahir pesan tentang jati diri, keberlanjutan, dan masa depan kebudayaan yang tidak ditinggalkan oleh zaman,” tutup Yusuf. (*/)

Baca Juga:   ‎130 Jamaah Haji Asal PPU Tiba di Tanah Air, Pemkab Gelar Penyambutan Haru di Masjid Agung Al-Ikhlas