TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menghadiri kegiatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka peresmian Kilang Terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) milik PT Pertamina (Persero) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Kehadiran Bupati Mudyat Noor dalam agenda nasional tersebut menegaskan posisi strategis Kabupaten PPU sebagai salah satu daerah penyangga energi nasional, khususnya dalam mendukung operasional dan keberlanjutan pasokan energi di Kalimantan Timur.
Selama ini, wilayah PPU dikenal sebagai kawasan yang memiliki cadangan minyak mentah dan menjadi bagian penting dalam mendukung suplai bahan baku bagi Kilang Pertamina Balikpapan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mudyat Noor menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat melalui PT Pertamina (Persero) dalam memperkuat infrastruktur energi nasional melalui megaproyek RDMP Balikpapan.
Menurutnya, peresmian kilang ini tidak hanya berdampak pada penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi wilayah penyangga seperti Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Kami menyambut baik peresmian kilang minyak ini. Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah yang memiliki potensi dan cadangan minyak mentah siap bersinergi mendukung operasional Kilang Pertamina Balikpapan demi kepentingan nasional,” ujar Mudyat Noor.
Ia berharap keberadaan kilang tersebut dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat PPU, mulai dari peningkatan kesempatan kerja, penguatan sektor jasa dan industri pendukung, hingga kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui kerja sama yang berkelanjutan.
“Kami berharap dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat PPU dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan perekonomian daerah,” tambahnya.
Peresmian Kilang Pertamina Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kemandirian energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
Selain meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri, kilang ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya.
Mengutip keterangan tertulis PT Pertamina, megaproyek RDMP Balikpapan dengan total investasi sekitar Rp123 triliun ini mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penguatan keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh.
Proyek tersebut ditujukan untuk memodernisasi kilang eksisting, meningkatkan kapasitas dan kualitas BBM ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Kegiatan peresmian ini turut dihadiri jajaran menteri kabinet, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, pimpinan PT Pertamina, kepala daerah se-Kalimantan Timur, serta unsur Forkopimda Kaltim, sebagai wujud kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN dalam mendukung pembangunan strategis nasional. (*/)
Hadiri Peresmian RDMP Balikpapan, Bupati PPU Tegaskan Peran Daerah Penyangga Energi Nasional












