BerauTitiknolKaltim

Tinjau Maratua, Gubernur Harum Minta Penataan Pantai Payung-Payung demi Dongkrak Wisata‎

39
×

Tinjau Maratua, Gubernur Harum Minta Penataan Pantai Payung-Payung demi Dongkrak Wisata‎

Sebarkan artikel ini
WISATA - Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi objek wisata yang ada di Kabupaten Berau, (Foto: HO/ FB @Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, BERAU – Dalam lawatannya ke Pulau Maratua, Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi strategis.

Setelah meresmikan rute penerbangan Berau–Maratua oleh maskapai Wings Air dan meninjau pembangunan Gedung SMA Negeri 9 Maratua pada Jumat (16/1/2026), Gubernur Harum melanjutkan agenda dengan menerima audiensi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Payung, Sabtu (17/1/2026).

‎Audiensi tersebut berlangsung di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau.

Gubernur Harum didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim).

‎Bersama Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Maratua dan Pokdarwis Batu Payung, Gubernur Harum meninjau dua lokasi utama di Kampung Payung-Payung yang merupakan salah satu desa wisata nasional unggulan di Kabupaten Berau.

‎Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Goa Halo Tabung, salah satu objek wisata alam andalan Pulau Maratua.

Selanjutnya, Gubernur Harum meninjau kawasan pantai Kampung Payung-Payung yang dilaporkan mengalami abrasi dan membutuhkan penataan kawasan.

‎Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Gubernur Harum meminta jajaran Pokdarwis Batu Payung untuk segera melakukan penataan kawasan pantai, termasuk mensterilkan area pesisir dari bangunan rumah penduduk yang berada terlalu dekat dengan garis pantai.

‎“Rumah penduduk ini kita relokasi. Turap atau tanggul ini dibongkar saja supaya pantainya lebih luas. Dengan begitu, wisatawan bisa menikmati pantai yang bersih dengan pasir putih, karena itulah keunggulan utama wisata Maratua,” ujar Gubernur Harum.

‎Menurutnya, relokasi rumah warga dapat dilakukan melalui pendekatan yang baik, dialogis, dan mengedepankan kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

‎Penataan kawasan pantai Kampung Payung-Payung tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Maratua, sehingga berdampak langsung pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

‎“Apalagi Kampung Payung-Payung ini adalah gerbang utama wisatawan yang datang ke Maratua melalui jalur udara karena bandara berada di sini. Mari kita tata kembali kawasan pantai ini. UMKM nantinya bisa ditempatkan di seberang jalan agar ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” pungkas Harum. (*)

Baca Juga:   Mengintip Proyek Tol Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ke Ibu Kota Nusantara, Tersedia Rp3,8 Triliun