TITIKNOL.ID, PENAJAM – Program Kartu Penajam Cerdas (KPC) yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini belum menjangkau sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Kepala Kantor Kemenag PPU, Muhammad Syahrir, menyebut program yang mulai berjalan sejak 2025 itu masih difokuskan pada sekolah umum.
Sasaran awalnya adalah peserta didik kelas satu dengan bantuan tunai sebesar Rp600 ribu untuk kebutuhan sekolah.
“Sejauh ini prioritasnya masih pendidikan berbasis umum. Belum masuk ke sekolah berbasis agama,” kata Syahrir, Rabu (21/1/2026).
Meski demikian, Syahrir menilai kehadiran KPC, semestinya membawa manfaatnya bagi masyarakat PPU, khususnya anak-anak usia sekolah yang masuk dalam kriteria penerima bantuan.
“Kalau bicara pendidikan, artinya anak-anak Penajam bisa menikmati program pemerintah. Hanya saja mungkin pelaksanaannya bertahap,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, belum masuknya madrasah dan sekolah di bawah Kemenag dalam skema KPC tak lepas dari kondisi keterbatasan fiskal daerah.
“Mungkin diselesaikan dulu di sekolah umum, setelah itu baru menyasar madrasah,” lanjutnya.
Hingga kini, kata Syahrir, belum ada pembahasan lanjutan antara Kemenag dan pemerintah daerah terkait perluasan penerima KPC.
Sinergi yang berjalan baru sebatas insentif guru dan bantuan sarana pendidikan.
“Kalau khusus KPC, belum ada. Soal status yayasan, saya kira tidak seharusnya jadi penghalang. Karena yang berhak menerima itu peserta didik, bukan pengelolanya,” tegasnya.
Syahrir menambahkan, total sekolah di bawah naungan Kemenag PPU mencapai 31 sekolah.
Rinciannya terdiri dari 6 Raudhatul Athfal (RA) atau setingkat TK, 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 11 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 8 Madrasah Aliyah (MA).
(TN01)












