SamarindaTitiknolKaltim

Wagub Seno Aji: Warga Kaltim Harus Jadi Subjek Utama Pembangunan IKN, Bukan Penonton

102
×

Wagub Seno Aji: Warga Kaltim Harus Jadi Subjek Utama Pembangunan IKN, Bukan Penonton

Sebarkan artikel ini
DISKUSI - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Seno Aji, hadiri Diskusi Panel bertajuk Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia: Format dan Peran Strategis Kaltim sebagai Daerah Mitra IKN, Senin (26/1/2026).

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Masyarakat Kalimantan Timur kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai objek pembangunan atau penonton di pinggir jalan.

Warga lokal didorong menjadi subjek aktif yang menentukan denyut nadi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

‎Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Seno Aji, dalam Diskusi Panel bertajuk Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia: Format dan Peran Strategis Kaltim sebagai Daerah Mitra IKN, yang digelar di Ruang Rapat Tepian 1, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/1/2026).

‎“Peluang seluruh masyarakat Kaltim sangat besar. Kita harus bersama-sama melakukan usaha-usaha yang positif dan aktif, mulai dari yang kecil-kecil dulu, supaya kita benar-benar menjadi subjek ibu kota negara di sini,” tegas Seno Aji.

‎Ia mengakui, Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang kaya dan memiliki sumber daya alam melimpah.

Namun, seiring dengan pesatnya pembangunan IKN, jumlah penduduk di Benua Etam diperkirakan akan terus meningkat.

‎“Penduduk Kaltim saat ini sekitar 4 juta jiwa, ke depan bisa mencapai 5 hingga 6 juta jiwa, termasuk warga pendatang yang menetap di IKN,” ungkapnya.

‎Kondisi tersebut, lanjut Seno Aji, akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat secara signifikan, baik dari sisi volume maupun kompleksitas.

Sementara itu, berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi yang mampu bertahan dan berkelanjutan saat ini adalah ekonomi kerakyatan, bukan semata ekonomi berbasis sumber daya alam.

‎“Kita harus berubah dan jangan malu. Anak-anak muda Kaltim jangan lagi hanya bercita-cita menjadi kuli di tambang batubara. Harus bangga mengelola dan menghidupi lahan-lahan kebun sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi IKN,” ujarnya.

‎Sebagai contoh, Seno Aji menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan mampu mengirimkan sekitar 10 truk telur ke Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di kawasan IKN.

Baca Juga:   Jasno Komisi III Minta Pemkot Segera Perbaiki Drainase demi Atasi Bajir Jalan Pasundan

‎“IKN itu membutuhkan ikan, sayur-mayur, ayam, daging, dan berbagai kebutuhan pangan lainnya. Maka seharusnya kitalah yang memenuhinya. Kaltim adalah mitra utama. Ini peluang usaha yang sangat besar, terutama bagi anak-anak muda Kaltim untuk terlibat langsung dalam perkembangan IKN, baik sekarang maupun ke depan,” pungkasnya.

‎Diskusi panel tersebut dipandu oleh Marga Rahayu dan menghadirkan narasumber Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Dr Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi.

Hadir pula sebagai pembahas Wakil Rektor Universitas Mulawarman Samarinda Prof Moh Banzar, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim Dr H Farid Wadjdy, serta Gubernur Kalimantan Utara periode 2016–2021 Dr Irianto Lambrie.

‎Kegiatan ini turut dihadiri tokoh masyarakat Kaltim seperti KH Suyatman, Yahya Ubay, Aji Sofyan Efendi, akademisi, pimpinan perangkat daerah Pemprov Kaltim, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta mahasiswa. (*)