BalikpapanTitiknolKaltim

3 Alasan Kelompok BM 27 dan Geng Pasobis di Balikpapan Resmi Dibubarkan

32
×

3 Alasan Kelompok BM 27 dan Geng Pasobis di Balikpapan Resmi Dibubarkan

Sebarkan artikel ini
TAWURAN DI BALIKPAPAN - Ilustrasi kenakalan remaja, aksi tawuran di tengah jalan perkotaan. Isu tawuran antar-remaja di Kota Beriman ternyata bukan sekadar isapan jempol. Diamankannya belasan pemuda yang diduga hendak bentrok di wilayah Balikpapan Barat pada Minggu (18/1/2026) menjadi sinyal darurat bagi seluruh elemen pendidikan dan keluarga. (Gemini Ai)

Gak ada lagi istilah ‘Bocah Misterius’ atau ‘Pasobis’ Para orangtua di Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara akhirnya ambil langkah tegas demi masa depan anak. Simak 3 alasan kenapa geng remaja ini resmi dibubarkan dan komitmen hukum yang bikin mereka gak berkutik lagi

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Suasana haru sekaligus tegas menyelimuti pembacaan deklarasi pembubaran dua kelompok remaja di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (30/1/2026).

Di hadapan aparat kepolisian, para orang tua secara resmi membubarkan geng BM 27 (Bocah Misterius 27) asal Sidodadi Balikpapan dan kelompok Pasobis dari wilayah Muara Rapak, Balikpapan.

Langkah berani ini diambil untuk memutus mata rantai potensi tawuran yang kerap meresahkan warga.

Deklarasi ini disaksikan langsung oleh Kapolsek Balikpapan Barat, AKP Sukarman, dan Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Agus Fitriadi.

Lantas, apa yang mendasari langkah tegas para orang tua ini?

Berikut adalah 3 alasan utama di balik pembubaran geng remaja tersebut:

1. Memutus Rantai Potensi Tawuran dan Kriminalitas

Para orang tua menyadari bahwa bergabungnya anak-anak dalam kelompok eksklusif seperti geng motor atau kelompok tongkrongan seringkali menjadi pintu masuk aksi tawuran.

Dengan pembubaran resmi ini, orang tua ingin memastikan anak-anak mereka tidak lagi terlibat dalam aktivitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

2. Komitmen Pengawasan Ketat di Rumah

Pembubaran ini bukan sekadar seremoni. Para orang tua berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka.

Dalam deklarasi tersebut, ditegaskan bahwa orang tua tidak lagi memberikan izin bagi anak mereka untuk terlibat dalam kegiatan kelompok apa pun yang mengarah pada pelanggaran hukum.

3. Sinergi Mendukung Penegakan Hukum

Alasan terkuat lainnya adalah kesadaran hukum. Para orang tua menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian untuk menindak tegas geng remaja mana pun yang berulah.

Baca Juga:   Baru 2 Pekan Menjabat, Kajati Kaltim Ungkap Korupsi Rp 38 Miliar di PT KTE‎

Bahkan, para orang tua ini siap menerima konsekuensi hukum jika di kemudian hari anak-anak mereka terbukti mengulangi perbuatan melanggar hukum.

“Kami mendukung penuh pihak kepolisian dalam memberantas dan membubarkan kelompok atau geng anak-anak muda yang berpotensi terlibat tawuran,” bunyi salah satu poin penting dalam deklarasi yang dibacakan tersebut.

Kapolsek Balikpapan Barat dan Utara menyambut baik inisiatif ini.

Menurut mereka, sinergi antara lingkungan keluarga dan kepolisian adalah benteng terkuat dalam mencegah kenakalan remaja.

Deklarasi yang dibuat tanpa paksaan ini menjadi sinyal kuat bahwa warga Balikpapan merindukan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi pertumbuhan generasi muda.

Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Balikpapan agar lebih proaktif dalam membimbing remaja sebelum terjebak dalam pusaran aksi kriminalitas jalanan.

(*)