Politik

Eksodus Tokoh NasDem ke PSI, Peluang Parlemen Terbuka tapi Ujiannya Nyata

78
×

Eksodus Tokoh NasDem ke PSI, Peluang Parlemen Terbuka tapi Ujiannya Nyata

Sebarkan artikel ini
RAKERNAS PSI 2026 - Kegiatan Rakrenas PSI di Makassar dihadiri mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Saat Jokowi datang, membakar semangat para kader PSI untuk bergerak, berjuang bersama untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.  

Sejak tahun 2014, Senayan seolah menjadi benteng yang mustahil ditembus partai baru. Namun, dengan masuknya gerbong tokoh besar, mampukah PSI memecahkan kutukan tersebut dan akhirnya pecah telur?

TITIKNOL.ID, MAKASSAR – Bergabungnya sederet tokoh politik senior ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai menjadi amunisi segar bagi partai berlambang mawar tersebut untuk menembus parlemen pada Pemilu mendatang.

Setelah Ahmad Ali dan Bestari Barus, kini giliran Rusdi Masse Mappasessu (RMS) yang resmi memperkuat barisan PSI.

Menanggapi fenomena ini, pendiri Cyrus Network, Hasan Nasbi, menyebut bahwa peluang PSI masuk Senayan kini semakin terbuka lebar, meski tetap bergantung pada konsistensi mesin politik mereka.

Hasan menilai, PSI saat ini menunjukkan progres signifikan dalam kedewasaan berpolitik.

Hal itu tercermin dari dinamika internal dan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Makassar baru-baru ini.

Peluang itu ada, tapi harus dibuktikan dengan kerja keras. Jika melihat pelaksanaan Rakernas di Makassar, partai ini tampak jauh lebih matang sebagai organisasi politik.

“Tentu ini menjadi modal kuat untuk mengejar kursi parlemen,” ujar Hasan yang dikutip Titiknol.id pada Rabu (4/2/2026).

Meski trennya positif, Hasan memberikan catatan kritis terkait sulitnya menembus ambang batas parlemen.

Ia menyoroti catatan sejarah Pemilu di Indonesia dalam satu dekade terakhir yang cukup ketat bagi pendatang baru.

“Tantangan berproses sebagai partai itu tidak mudah. Sejak 2014, belum ada satu pun partai baru yang berhasil masuk ke parlemen. Justru yang terjadi adalah partai lama yang terpental keluar. Inilah tantangan besar bagi PSI untuk bisa ‘pecah telur’,” jelasnya.

Menanggapi spekulasi mengenai kemungkinan bergabungnya Joko Widodo ke PSI, Hasan tidak menampik adanya potensi dampak elektoral yang besar.

Baca Juga:   UPDATE Hasil Real Count KPU 1 Maret 2024: PDIP Perkasa, PPP Turun, PSI dan Perindo Belum Tembus 4 Persen

Namun, ia mengingatkan bahwa figur tokoh bukanlah faktor penentu tunggal jika tidak dibarengi dengan kekuatan struktur partai di akar rumput.

(*)