PenajamTitiknolKaltim

Mulog Bahasa Paser Masuk Penilaian, Disdikpora PPU Ungkap Kendala

22
×

Mulog Bahasa Paser Masuk Penilaian, Disdikpora PPU Ungkap Kendala

Sebarkan artikel ini
BELAJAR - Kepala Disdikpora PPU Andi Singkerru mengatakan penerapan Mulog bahasa Paser telah dirancang agar pembelajaran berjalan lancar di sekolah, Kamis (5/2/2026)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Penerapan muatan lokal (Mulog) Bahasa Paser di sekolah dasar hingga menengah pertama di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menuai sorotan.

Program yang kini sudah masuk dalam sistem penilaian itu diakui masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU Andi Singkerru mengatakan, penerapan Mulog Bahasa Paser sejatinya telah dirancang secara terencana agar pembelajaran berjalan lancar di sekolah.

“Mulog ini betul-betul direncanakan supaya pembelajaran berjalan baik di sekolah. Kita juga sedang memikirkan dukungan tenaga pengajar, termasuk opsi PJLP,” kata Andi, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, buku panduan Mulog Bahasa Paser sebenarnya sudah tersedia dan disusun oleh tim khusus.

Dalam konsep awal, buku itu dilengkapi terjemahan Bahasa Indonesia pada kolom setelahnya.

Namun, dalam proses penerbitan, kolom Bahasa Indonesia justru dianulir.

Kondisi ini memicu kebingungan, terutama di sekolah dengan latar belakang guru pengajar dan siswa yang heterogen.

“Kita ini daerah heterogen, ada Jawa, Bugis, dan lainnya yang tidak mengerti Bahasa Paser. Itu yang kemudian menimbulkan komplain. Kasihan anak sekolah, apalagi tahun ini Mulog sudah menggunakan nilai, sementara guru tidak mau memberi asal,” ujarnya.

Karena itu, para guru mengusulkan agar materi Mulog dilengkapi kembali dengan Bahasa Indonesia, terutama untuk siswa kelas rendah, yakni kelas 1, 2, dan 3 SD.

Andi melanjutkan, selain materi ajar Disdikpora PPU juga berupaya memperkuat kesiapan tenaga pengajar Mulog.

Upaya pemenuhan guru, baik melalui formasi PNS, PPPK, maupun skema PJLP, masih terus dikaji.

“Kita lihat formasinya. Kalau pengadaan guru lewat PNS atau PPPK, jumlahnya terbatas. Sehingga kita pikirkan juga formulasi lain,” jelas Andi.

Baca Juga:   Pjs. Gubernur Kaltara Didapuk Ketum PPRSAB se-Indonesia

Ia menegaskan, penguatan Mulog Bahasa Paser penting untuk menjaga adat dan identitas lokal agar tetap tumbuh di tengah masyarakat.

“Yang penting adat itu. Dengan menggunakan Bahasa Paser, nilai-nilai budaya bisa terus hidup,” katanya.

Saat ini, Mulog Bahasa Paser diterapkan di jenjang SD hingga SMP.

Disdikpora PPU juga berencana menyusun penguatan Mulog untuk tingkat SMP dengan melibatkan berbagai unsur.

“Nanti kita kumpulkan lembaga adat, guru-guru Mulog, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, supaya penyusunannya kuat dan diterima semua pihak,” tutupnya.

(TN01)