Titiknol IKN

Istana Wakil Presiden di IKN Rampung 100 Persen, Usung Filosofi Dayak dan Konsep Gedung Hijau

28
×

Istana Wakil Presiden di IKN Rampung 100 Persen, Usung Filosofi Dayak dan Konsep Gedung Hijau

Sebarkan artikel ini
SUPER HUB BARU - Istana Garuda di IKN Nusantara, Kalimantan Timur, ibu kota baru Republik Indonesia. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memacu pembangunan kawasan Nusantara melalui penguatan sinergi dalam ekosistem superhub ekonomi. 

TITIKNOL.ID – Proyek strategis nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mencatatkan capaian penting.

Pembangunan fisik Gedung Istana Wakil Presiden yang berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kini telah rampung sepenuhnya atau mencapai progres 100 persen.

‎Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengonfirmasi bahwa selesainya struktur utama menandai berakhirnya pekerjaan konstruksi inti.

Tahapan pembangunan kini berfokus pada penyempurnaan interior serta pengadaan perabot gedung.

‎“Progres fisik Istana Wakil Presiden sudah mencapai 100 persen. Sekarang fokus pada interior dan pengadaan mebel,” ujar Basuki.

‎Istana Wakil Presiden dibangun di atas lahan seluas 148.417 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 32.061 meter persegi.

Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,457 triliun, sementara pengisian perabot akan dikoordinasikan oleh Sekretariat Negara.

‎Dari sisi arsitektur, bangunan ini dirancang sebagai salah satu ikon penting di Nusantara.

Desainnya mengusung filosofi budaya lokal Kalimantan yang kental, sekaligus merepresentasikan semangat persatuan dan identitas nasional.

‎Secara khusus, Istana Wakil Presiden mengadopsi konsep “Huma Betang Umai”, istilah dalam budaya Dayak yang melambangkan sosok ibu sebagai pengayom, pelindung, pemberi, dan pemelihara.

Konsep rumah panggung dan rumah panjang khas Dayak diterjemahkan secara modern dalam struktur bangunan istana.

‎Selain aspek estetika dan filosofi budaya, bangunan ini juga dirancang sebagai gedung ramah lingkungan.

Sistem pendingin hibrida diterapkan dengan memaksimalkan sirkulasi udara silang untuk mengurangi ketergantungan pada pendingin udara konvensional.

‎Orientasi bangunan pun disesuaikan dengan pergerakan matahari guna meminimalkan paparan panas berlebih.

Dengan pendekatan tersebut, konsumsi energi dapat ditekan secara signifikan dan mendukung efisiensi jangka panjang.

‎Basuki menegaskan bahwa pembangunan Istana Wakil Presiden sejalan dengan visi IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan.

Baca Juga:   Polres PPU Awasi SPBU, Periksa Kelengkapan Alat Ukur dan Keamanan Fasilitas

Ia memastikan seluruh infrastruktur utama, mulai dari hunian, perkantoran, hingga ekosistem lembaga negara lainnya, terus berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung secara menyeluruh pada 2028 mendatang. (*)