BalikpapanTitiknolKaltim

Hujan Badai di Balikpapan Barat, Satu Nyawa Melayang dan Rumah Parkir Roboh

47
×

Hujan Badai di Balikpapan Barat, Satu Nyawa Melayang dan Rumah Parkir Roboh

Sebarkan artikel ini
TIPUAN ANGIN KENCANG - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu (8/2/2026) sore membawa duka mendalam. Sebuah bangunan kayu dua lantai di RT 9, Kelurahan Baru Ulu, roboh seketika dan merenggut nyawa seorang pedagang gulali keliling yang tengah berteduh.

Niat hati berteduh dari guyuran hujan, seorang penjual gulali keliling justru bernasib nahas. Dalam hitungan menit, bangunan kayu dua lantai di Baru Ulu ambruk rata dengan laut setelah diterjang angin kencang sore tadi. Begini kronologi lengkapnya

 TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu (8/2/2026) sore membawa duka mendalam.

Sebuah bangunan kayu dua lantai di RT 9, Kelurahan Baru Ulu, roboh seketika dan merenggut nyawa seorang pedagang gulali keliling yang tengah berteduh.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.40 Wita. Bangunan berbahan kayu ulin yang berdiri di atas perairan itu diketahui sudah lama tidak berpenghuni dan dialihfungsikan oleh pemiliknya sebagai tempat penitipan kendaraan warga sekitar.

Kondisi bangunan yang berada tepat di bibir laut membuatnya rentan terhadap hantaman angin kencang.

Saksi mata di lokasi, Samson, menceritakan bahwa musibah tersebut terjadi dalam hitungan menit sejak hujan lebat turun.

Saat itu, ia baru saja turun ke kapalnya yang bersandar di belakang bangunan tersebut.

“Kejadiannya tidak sampai lima menit sejak hujan deras. Begitu saya sampai di kapal, terdengar suara kayu patah dan rumahnya langsung runtuh,” ungkap Samson.

Nahas bagi Anggi (34), seorang penjual gulali keliling asal Garut. Ia yang saat itu sedang berteduh di dalam bangunan tidak sempat menyelamatkan diri saat struktur kayu ulin tersebut ambruk.

Sementara itu, seorang rekan Samson berhasil selamat setelah melompat sesaat sebelum puing-puing bangunan menimpa area tersebut.

Evakuasi dan Dampak Kerusakan

Warga sekitar sempat berupaya memberikan pertolongan pertama dengan membongkar material kayu secara manual.

Baca Juga:   Kolaborasi Bus Saum dan Angkot Atasi Kemacetan di Balikpapan, Sediakan 3 Koridor Rute

Namun, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. 

Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) oleh petugas gabungan.

Kapolsek Balikpapan Barat, AKP Sukarman Sarun, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi dan koordinasi dengan tim SAR serta relawan.

“Personel kami langsung mendatangi lokasi untuk proses evakuasi dan pengamanan awal. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta berkoordinasi untuk menelusuri keluarga korban,” kata AKP Sukarman.

Selain menelan korban jiwa, robohnya bangunan di Jalan 21 Januari tersebut mengakibatkan kerugian material yang signifikan. Berdasarkan data sementara, tercatat:

  • 3 bangunan kayu mengalami kerusakan/roboh.
  • 4 unit sepeda motor rusak berat tertimpa material.
  • 1 gerobak dagangan dan 1 unit becak milik warga hancur.

Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

Petugas BPBD Balikpapan bersama TNI-Polri yang tiba di lokasi harus menggunakan mesin pemotong kayu (senso) untuk menyingkirkan balok-balok ulin berukuran besar.

Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi guna mencegah warga mendekat ke area sisa reruntuhan yang masih labil.

Otoritas setempat mengimbau masyarakat pesisir untuk lebih waspada, terutama terhadap bangunan kayu tua yang terpapar cuaca laut.

Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, warga diminta menghindari struktur bangunan kosong yang tidak terawat demi keselamatan bersama.

Fakta Kunci Kejadian

  • Waktu: Minggu, 8 Februari 2026, pukul 17.40 Wita.
  • Lokasi: RT 9 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat (Jalan 21 Januari).
  • Korban: Anggi (Lahir 1992), Warga Garut (Pedagang Gulali).
  • Penyebab: Cuaca ekstrem (Angin kencang dan hujan lebat).
  • Total Kerugian: 3 bangunan, 4 motor, 1 gerobak, 1 becak.

(*)