TITIKNOL.ID, PENAJAM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam Paser Utara (PPU) resmi beroperasi, Jumat (13/2/2026).
Pada hari pertama, dapur tersebut memproduksi 1.189 porsi makanan bergizi yang didistribusikan ke sejumlah sekolah terdekat, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, menegaskan seluruh menu yang disajikan diolah dan dimasak langsung di dapur SPPG Polres.
Bahan pangan diperoleh dari pedagang lokal, namun proses pengolahan berada dalam kendali internal.
“Gedung SPPG kami akhirnya memulai operasi hari pertama. Kita bagikan ke anak-anak PPU yang diharapkan menjadi anak unggul, khususnya didukung dari asupan makanan bergizi. Kita mengawal apa yang dimakan anak-anak agar berguna untuk pertumbuhan fisik dan intelegensinya,” ujar Andreas.
Ia menekankan, standar pengawasan diberlakukan secara ketat. Setiap makanan yang diproduksi wajib dicicipi terlebih dahulu oleh internal sebelum dikirim ke sekolah.
Selain itu, sampel makanan juga disimpan sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal di luar dugaan.
“Setiap produksi kami pastikan aman. Sampel makanan kami simpan sebagai bentuk mitigasi risiko,” tegasnya.
Tak hanya pengawasan internal, pelaksanaan SPPG juga diawasi oleh Yayasan Bhayangkara.
Sistem pengamanan disebut berlapis untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
Dalam operasional dapur, Polres PPU melibatkan 47 relawan yang direkrut secara selektif. Seluruhnya berasal dari masyarakat lokal dan telah memiliki sertifikat penjamah makanan.
“Kami menjaring relawan melalui tes uji. Mereka punya kompetensi dan sertifikasi,” tambah Andreas.
SPPG Polres PPU diharapkan menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat, yakni makan bergizi gratis (MBG).
Andreas memastikan, evaluasi akan terus dilakukan, termasuk jika ditemukan kebutuhan khusus pada penerima manfaat.
“Kalau ada anak yang ternyata tidak cocok dengan menu tertentu, tim kami akan mendalami dan menyesuaikan kebutuhan. Prinsipnya, program ini harus tepat sasaran dan aman,” tutup Andreas.
(TN01)












