PenajamTitiknolKaltim

Selama Ramadhan, Menu MBG di PPU Dikemas untuk Dibawa Pulang

27
×

Selama Ramadhan, Menu MBG di PPU Dikemas untuk Dibawa Pulang

Sebarkan artikel ini
MAKAN BERGIZI GRATIS - Kepala Disdikpora PPU Andi Singkerru mengatakan selama Ramadhan program MBG tetap berjalan, Rabu (18/2/2026)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap berjalan selama Ramadan.

Pendistribusian dimulai 23 Februari, mengikuti jadwal masuk sekolah, dengan skema pembagian yang disesuaikan.

Selama bulan puasa, menu MBG tidak lagi disajikan untuk disantap di sekolah. Menu makanan diganti menjadi jenis kering dan dikemas dalam kotak agar bisa dibawa pulang oleh siswa.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, mengatakan langkah ini diambil agar program tetap berjalan tanpa mengganggu ibadah puasa.

“Kami koordinasi dengan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) PPU-Paser, bahwa selama Ramadan diberikan dalam bentuk makanan kering, dikemas dan dibawa pulang. Tidak dimakan di sekolah,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Meski begitu, jika sekolah ingin menggelar buka puasa bersama, menu makanan basah tetap bisa disiapkan.

Namun pihak sekolah wajib berkoordinasi lebih dulu dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kalau ada rencana buka puasa bersama, harus disampaikan jauh hari supaya bisa dipersiapkan,” jelas Andi.

Andi menegaskan, menyoal keamanan pangan tidak boleh diabaikan. Penyedia makanan diminta tidak sembarangan mengambil produk dari luar, apalagi tanpa pengawasan dan standar kebersihan yang jelas.

Ia menilai siswa sekolah dasar, khususnya kelas 1 hingga 3, belum tentu bisa membedakan makanan yang masih layak konsumsi atau sudah basi.

“Kalau sudah terasa asam pun, bisa saja tetap dimakan karena mereka belum paham,” ucapnya.

Andi juga mengingatkan makanan sebaiknya diproduksi langsung dari dapur SPPG dengan fasilitas yang memadai, mulai dari pengolahan hingga distribusi.

Standar kebersihan harus dijalankan secara konsisten, bukan sekadar formalitas.

“Jangan cuma ada nama ahli gizi, tapi praktiknya tidak sesuai. Produksi harus sendiri dan sesuai standar,” tambah Andi.

Baca Juga:   Asisten I Pemkab PPU Ingatkan Petugas Pemilu 2024 Pentingnya Menjaga Kesehatan

Pengawasan selama Ramadan, lanjutnya, justru akan diperketat meski menu yang dibagikan berupa makanan kering. Ia menekankan makanan kering bukan berarti tanpa risiko.

“Jangan menganggap makanan kering pasti aman. Kalau prosesnya tidak higienis, tetap bisa bermasalah,” pungkas Andi.

(TN01)