PenajamTitiknolKaltim

Stok Pangan Ramadhan di PPU Aman, Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu per Kilo

21
×

Stok Pangan Ramadhan di PPU Aman, Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu per Kilo

Sebarkan artikel ini
Diskukmperindag PPU pastikan stok pangan di wilayahnya dalam kondisi aman selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Meski demikian, harga cabai menyentuh Rp80 ribu per kilogram. Masyarakat diimbau bijak membeli sesuai kebutuhan.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan stok pangan di wilayahnya dalam kondisi aman selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, bahwa pihaknya telah turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah pasar tradisional hingga toko modern.

“Alhamdulillah dari pantauan kita aman. Semua kebutuhan pokok tersedia,” ujar Marlina, Rabu (18/2/2026).

Ia memastikan distribusi bahan pokok juga berjalan lancar dan terjadwal.

Pasokan barang masuk secara rutin dari sejumlah daerah penyuplai seperti Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda hingga Makassar.

“Semoga tidak ada situasi yang menghambat pendistribusian sembako,” katanya.

Meski demikian, harga cabai menjadi catatan. Di tingkat petani, harga sudah menyentuh Rp70 ribu per kilogram. Di pasaran, angkanya naik menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Menurut Marlina, lonjakan itu dipicu faktor musim hujan yang memengaruhi produksi di tingkat petani.

“Cabai ini memang susah-susah gampang kalau musim hujan. Kondisi di petani seperti itu, jadi harganya naik,” jelasnya.

Ia menyarankan Dinas Pertanian dapat mendorong petani lokal meningkatkan produksi cabai agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan.

Apalagi, jumlah konsumen saat ini bertambah, bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai beroperasi.

Pengawasan, kata dia, tidak berhenti pada awal Ramadhan. Diskukmperindag akan terus melakukan monitoring hingga mendekati Lebaran untuk memastikan stabilitas stok dan harga.

Selain itu, masyarakat juga diimbau berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kita terus monitoring pedagang. Seperti halnya beras dan minyak, itu tersedia beberapa merek. Yang perlu diedukasi adalah masyarakat agar membeli sesuai kebutuhan,” tutup Marlina.

Baca Juga:   Sasaran Utama Brigade Pangan adalah Petani Milenial, Sujiati Soroti Perlu Adanya Jaminan Kesejahteraan

(TN01)