TITIKNOL.ID, PENAJAM – Stok daging ayam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan belum dalam kondisi rawan selama Ramadan, meskipun permintaan tinggi dan harga merangkak naik.
Pemerintah daerah memastikan stok ayam dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula, mengatakan masyarakat tak perlu khawatir.
Meski konsumsi meningkat selama bulan puasa, suplai ayam pedaging tetap terkendali.
Menurut dia, kekuatan produksi lokal masih mampu menutup kebutuhan pasar.
Saat ini terdapat 119 peternakan ayam pedaging aktif dengan total populasi mencapai 363.000 ekor dalam setahun.
“Dengan jumlah itu, kebutuhan konsumsi daging ayam di PPU masih tercukupi,” ujar Ristu, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, sistem peternakan ayam pedaging di PPU berjalan dengan pola kemitraan.
Perusahaan menanggung kebutuhan bibit, pakan hingga obat-obatan, sementara peternak menjalankan proses budidaya.
Pemerintah daerah berperan mengawal data dan memastikan koordinasi berjalan baik.
“Kami terus berkoordinasi dengan peternak lokal dan pihak perusahaan. Data produksi ada pada kami, jadi kondisi stok bisa dipantau,” kata dia.
Terkait harga yang mulai bergerak naik, Menurut Ristu hal itu dipicu peningkatan permintaan pasar selama Ramadan.
Di awal puasa, harga ayam berada di kisaran Rp44 ribu per kilogram dan diperkirakan bisa menyentuh Rp48 ribu per kilogram menjelang Lebaran.
“Kalau harga naik itu karena permintaan meningkat. Tapi untuk pasokan, insyaallah tetap aman,” tegasnya.
Dengan kondisi itu, Pemkab PPU memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan konsumsi daging ayam selama Ramadan tanpa khawatir terjadi kelangkaan.
(TN01)












