Politik

Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo, Minta Indonesia Tegas Kutuk AS-Israel

48
×

Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo, Minta Indonesia Tegas Kutuk AS-Israel

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Iran menyambut tawaran Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menjadi mediator di tengah konflik negara Timur Tengah ini versus Amerika Serikat plus Israel. (Foto: iStock/Rainer Puster)

TITIKNOL.ID – Pemerintah Iran menyambut tawaran Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi mediator di tengah memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

‎Sambutan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada Minggu (1/3).

Dalam rilisnya, Kedubes Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia, sekaligus menyambut kesiapan Presiden RI untuk memfasilitasi dialog.

‎“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” demikian pernyataan resmi tersebut.

‎Dalam rilisnya, Iran juga memaparkan rekam jejak ketegangan panjang dengan Amerika Serikat yang disebut telah berlangsung selama tujuh dekade.

Permusuhan itu, menurut mereka, bermula dari kudeta terhadap Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada 19 Agustus 1953.

‎Iran menuding AS telah menjatuhkan berbagai sanksi politik dan ekonomi, serta mendukung kelompok yang dianggap sebagai organisasi teroris, termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO), yang disebut terlibat dalam aksi kekerasan terhadap warga sipil, pejabat, militer, dan ilmuwan nuklir Iran.

‎Selain itu, Iran juga menyinggung sejumlah insiden lain, seperti penembakan pesawat sipil oleh kapal perang USS Vincennes di Teluk Persia, pembunuhan komandan Iran di Irak pada 2020, hingga dukungan AS terhadap sejumlah serangan Israel di kawasan dalam beberapa tahun terakhir.

‎Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan siap memfasilitasi dialog jika disetujui kedua pihak yang bertikai.

‎“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak,” demikian pernyataan resmi Kemlu.

‎Kemlu juga menegaskan bahwa Presiden RI bersedia bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi secara langsung apabila dibutuhkan.

‎Peningkatan ketegangan di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

Baca Juga:   Dishub PPU Maksimalkan Retribusi Parkir Pasar dan Pelabuhan, Target PAD Meningkat

Konflik terbaru pecah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran menyusul gagalnya negosiasi tidak langsung terkait kesepakatan nuklir.

‎Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika tidak tercapai kesepakatan.

Washington menuntut agar Teheran tidak pernah memiliki senjata nuklir serta membatasi secara ketat program rudal balistiknya. (*/)