TITIKNOL.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan pembangunan IKN di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan, pembangunan ibu kota negara baru dirancang dengan pendekatan inklusif agar warga sekitar tidak sekadar menjadi penonton.
“Pembangunan IKN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui pendekatan inklusif,” ujarnya saat ditanya mengenai pemberdayaan masyarakat di Sepaku, Penajam Paser Utara, Minggu.
Menurutnya, masyarakat di wilayah delineasi IKN harus didorong menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi kawasan.
Seluruh potensi daerah, termasuk kawasan pesisir, diarahkan untuk naik kelas melalui penguatan nilai tambah produk.
Otorita IKN pun terus melakukan pemberdayaan dengan mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk penguatan ekonomi lokal di wilayah pesisir.
Salah satu yang menjadi fokus adalah kawasan tambak di Desa Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata sekaligus pusat produksi pangan berbasis sumber daya lokal.
Basuki menjelaskan, komoditas seperti bandeng, udang, dan rumput laut menjadi andalan yang akan dikembangkan dalam kerangka Superhub Ekonomi Nusantara (SEN).
Selain itu, pelaku usaha lokal juga telah memproduksi makanan ringan seperti amplang udang dan kepiting.
“Potensi ini penting untuk memastikan diversifikasi sektor ekonomi di IKN dapat berjalan sesuai target pengembangan Superhub Ekonomi Nusantara,” katanya.
Ke depan, produk masyarakat lokal tidak lagi berhenti pada bentuk sederhana, tetapi diarahkan menjadi produk lanjutan bernilai tambah tinggi, termasuk untuk kebutuhan fortifikasi pangan.
“Fortifikasi pangan itu seperti bubuk protein dari bandeng dan udang, juga bahan dasar kosmetik dan farmasi dari rumput laut,” ujar Basuki.
Melalui langkah tersebut, Otorita IKN berharap pembangunan ibu kota negara baru tidak hanya menghadirkan infrastruktur modern, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. (*/)










