NunukanTitiknolKaltara

Jemaah Haji Nunukan tak Perlu Khawatir Konflik Global, Kemenag: Persiapan Jalan Terus

40
×

Jemaah Haji Nunukan tak Perlu Khawatir Konflik Global, Kemenag: Persiapan Jalan Terus

Sebarkan artikel ini
LEBIH PILIH SAMARINDA - Ilustrasi gedung Kantor urusan Kementerian Haji Provinsi Kalimantan Timur. Kementerian Haji wilayah Kalimantan Timur kini tengah berpacu dengan waktu untuk menetapkan "markas komando" mereka di Bumi Etam, julukan Kalimantan Timur. (Ai Gemini 3)

TITIKNOL.ID, NUNUKAN – Di tengah eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan memastikan jadwal keberangkatan jemaah calon haji asal Kalimantan Utara tetap berjalan sesuai rencana.

Hingga saat ini, belum ada instruksi penundaan dari pemerintah pusat.

Plh Kepala Kantor Kemenag Nunukan, H. Andi Asdar, menegaskan bahwa operasional haji dan umrah masih berlangsung normal.

Pihaknya terus memantau perkembangan informasi melalui koordinasi dengan Kementerian Agama RI dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

“Sampai detik ini, belum ada edaran atau instruksi apa pun dari pusat terkait penundaan. Kami meminta para jemaah untuk tetap tenang, fokus menjalankan ibadah di bulan Ramadan, serta menjaga kesehatan fisik menjelang keberangkatan,” ujar Andi Asdar, Jumat (6/3/2026).

Tahun ini, jemaah haji asal Kabupaten Nunukan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Balikpapan:

Kloter 7: Bergabung dengan jemaah asal Tarakan, Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung. Dijadwalkan masuk asrama haji pada 5 Mei 2026 dan terbang ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026.

Kloter 8: Dijadwalkan masuk asrama pada 6 Mei 2026 dan diberangkatkan pada 7 Mei 2026.

Mengingat letak geografis, jemaah Nunukan akan diberangkatkan lebih awal menuju Balikpapan, yakni pada tanggal 4 Mei 2026.

Antara Khawatir dan Tawakal

Meski persiapan teknis berjalan lancar, riak kekhawatiran muncul dari sisi jemaah. Suci Ramdani, calon jemaah haji asal Pulau Sebatik, mengaku sempat waswas mendengar kabar adanya pembatalan sejumlah penerbangan umrah akibat konflik wilayah.

“Ada rasa khawatir karena membaca berita. Tapi saya mencoba berpikir positif, kalau memang sudah panggilan Allah, pasti ada jalan terbaik. Saya dengar juga Menteri Agama sudah membahas rute penerbangan khusus dengan otoritas Arab Saudi, jadi perasaan sedikit lebih tenang,” ungkap Suci.

Baca Juga:   TERBARU Kasus Korupsi Pertamina: Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru hingga Buka Peluang Periksa Ahok

Kemenag Nunukan mengimbau jemaah untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya di media sosial.

Fokus utama saat ini adalah penguatan manasik dan menjaga kondisi tubuh di tengah suhu ekstrem yang mungkin terjadi di Arab Saudi.

Pemerintah daerah bersama Kemenag akan terus memberikan update berkala jika ada perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah RI terkait jalur penerbangan internasional. (*)