TitiknolKaltim

Menu Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Dikeluhkan, Roti tanpa Tanggal Kedaluwarsa

78
×

Menu Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Dikeluhkan, Roti tanpa Tanggal Kedaluwarsa

Sebarkan artikel ini
MAKAN BERGIZI GRATIS - Sajian menu makan bergizi gratis dalam wadah rombeng seng.

Hanya roti pabrik dan kacang goreng? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan tuai protes keras orangtua murid. Niatnya tingkatkan gizi, eh malah dianggap mubazir dan tak layak. Simak curhatan pedas para wali murid di sini

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tengah berada dalam sorotan tajam. 

Alih-alih mendapatkan asupan nutrisi tinggi, para orangtua murid justru mempertanyakan kelayakan dan kandungan gizi menu yang dibagikan selama bulan Ramadan ini.

Sejumlah orang tua menilai, paket makanan yang diterima anak-anak mereka jauh dari ekspektasi “bergizi” yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah.

Dianggap Mubazir dan Tak Menarik Minat Siswa

Keluhan salah satunya datang dari Mila (40), orang tua siswa di SDN 002 Balikpapan Tengah.

Ia mengaku terheran-heran melihat isi paket MBG yang diterima anaknya.

Selama Ramadan, menu dialihkan ke makanan kering agar bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa, namun kualitasnya dinilai merosot.

“Katanya bergizi, tapi isinya cuma roti pabrik, kacang goreng, telur rebus, dan satu buah pisang kecil. Di mana letak gizinya?” ujar Mila dengan nada kecewa, Senin (9/3/2026).

Senada dengan Mila, Sulistiawati (45), warga Sepinggan, menyebut program ini terancam mubazir.

Banyak siswa yang tidak menyentuh makanan tersebut karena menu yang dianggap tidak menarik dan ala kadarnya. 

“Ujung-ujungnya dibuang. Anak-anak tidak suka kalau cuma telur sebiji dan kacang goreng,” ungkapnya.

Merespons gelombang protes tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyatakan pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan pada 6-7 Maret 2026 bersama Dinas Kesehatan dan Satgas MBG.

Hasilnya, ditemukan beberapa masalah krusial. Selain penggunaan kemasan plastik yang berlebihan dan berpotensi menambah tumpukan sampah, ditemukan pula produk makanan yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.

Baca Juga:   Tabliq Akbar HUT RI di Desa Sesulu, Sekda PPU: Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

“Ada beberapa jenis makanan, seperti roti, yang tidak dicantumkan tanggal expired-nya. Mestinya ada keterangan jelas kapan batas aman konsumsinya,” tegas Irfan.

Evaluasi Standar Gizi

Terkait perdebatan kandungan gizi, Irfan menyebut pihaknya tidak bisa memberikan penilaian teknis.

Ia menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada tim ahli dari Dinas Kesehatan yang turut turun ke lapangan.

“Menghitung gizi itu harus ditimbang dan dihitung detail oleh tenaga ahli. Tim gizi dari Dinas Kesehatan sudah ikut memantau langsung untuk memberikan penilaian,” tambahnya.

Temuan-temuan ini telah disusun dalam laporan komprehensif untuk dibahas bersama Satgas MBG dan penyedia makanan.

Para orangtua berharap, momentum Ramadan tidak dijadikan alasan untuk menurunkan standar kualitas makanan, demi manfaat nyata bagi kesehatan siswa. (*)