TITIKNOL.ID, PENAJAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, menyusul prediksi El Nino pada Juni hingga September yang berpotensi memicu karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan, kebakaran mayoritas dipicu aktivitas manusia, mulai dari pembakaran lahan hingga puntung rokok.
Sehingga, seluruh aktivitas pembukaan lahan, kata dia, dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dari sektor perkebunan dan kehutanan.
“Warga diminta membatasi luasan, membuat sekat bakar, pembakaran maksimal dua hektare, serta melapor kepada aparat setempat seperti RT, kepala desa, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujar Nurlaila, Senin (13/4/2026).
BPBD juga mewanti-wanti wilayah gambut seperti di Desa Giripurwa yang rawan terbakar dan memerlukan penanganan ekstra.
“Kalau sifatnya gambut kadang dengan cuaca yang cukup panas itu risiko terbamadnya tinggi. Area bawah juga cepat menyebar. Ini yang harus diwaspadai,” tambahnya.
BPBD memastikan koordinasi lintas sektor akan diperkuat. Selain itu, BPBD juga akan menggencarkan sosialisasi hingga ke tingkat desa.
“Keinginan membuka atau membersihkan lahan sebaiknya dikurangi dulu. Jika terpaksa, harus dipastikan mitigasinya jelas,” tutup Nurlaila.
(TN01)












