SendawarTitiknolKaltim

Tingkatkan SDM Pariwisata Kubar, Sekda Erik Victory Buka Pelatihan Barista dan Perhotelan, 70 Peserta Ikut Ambil Bagian

56
×

Tingkatkan SDM Pariwisata Kubar, Sekda Erik Victory Buka Pelatihan Barista dan Perhotelan, 70 Peserta Ikut Ambil Bagian

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Erik Victory secara resmi membuka Pelatihan Barista Coffee serta Receptionist dan Room Attendant yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat di Vintage Corner Cafe, Selasa (8/9/2026).

TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pelatihan keterampilan.
‎
‎Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Barista Coffee serta Receptionist dan Room Attendant yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat di Vintage Corner Cafe, Selasa (8/9/2026).
‎
‎Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 September 2026, tersebut diikuti 70 peserta. Sebanyak 35 peserta mengikuti Pelatihan Barista Coffee, sementara 35 peserta lainnya mengikuti Pelatihan Receptionist dan Room Attendant.
‎
‎Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Barat Erik Victory. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang pariwisata, perhotelan, serta keterampilan barista.
‎
‎Dalam sambutan tertulis Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang dibacakan Erik Victory, disampaikan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
‎
‎Menurutnya, potensi alam dan kebudayaan Kutai Barat yang beragam perlu ditopang SDM yang unggul, profesional, kreatif, dan berdaya saing. Peningkatan kompetensi dinilai penting karena kualitas pelayanan turut menentukan pengalaman wisatawan selama berada di daerah.
‎
‎“Pelaku industri seperti barista serta tenaga operasional perhotelan, khususnya receptionist dan room attendant, memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan,” ujar Erik saat membacakan sambutan Bupati.
‎
‎Khusus peserta Pelatihan Barista Coffee, Bupati berpesan agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengolahan dan penyajian kopi. Menurutnya, perkembangan industri kreatif membuat kopi tidak lagi sekadar menjadi minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan produk yang memiliki nilai ekonomi.
‎
‎Peserta juga diharapkan mampu menguasai teknik pengolahan dan penyajian kopi secara profesional, sekaligus turut memperkenalkan serta mengembangkan potensi produk lokal Kutai Barat.
‎
‎Sementara kepada peserta Pelatihan Receptionist dan Room Attendant, Bupati menekankan pentingnya keramahan, kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan prima dalam menunjang kualitas sektor pariwisata.
‎
‎“Receptionist dan room attendant merupakan bagian dari representasi awal keramahan dan pelayanan pariwisata Kutai Barat. Kenyamanan, kebersihan, serta pelayanan prima akan memberikan kesan mendalam bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanaa Purai Ngeriman,” pesannya.
‎
‎Bupati berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan, menyerap pengetahuan dari narasumber dan instruktur, serta membangun jejaring yang dapat mendukung pengembangan kemampuan maupun peluang usaha ke depan.
‎
‎Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat F.X. Sumardi mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan penguatan keterampilan kepada peserta sesuai bidang masing-masing.
‎
‎“Kami berharap para peserta benar-benar menggunakan kesempatan pelatihan ini sebaik-baiknya untuk belajar, menyerap ilmu dari para narasumber dan instruktur, serta memperdalam skill yang dimiliki,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang pariwisata dan perhotelan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga membuka peluang usaha dan kesempatan kerja bagi masyarakat.
‎
‎Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kutai Barat terus mendorong terbentuknya SDM pariwisata yang profesional dan berdaya saing guna mendukung perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah. (*/)