PenajamTitiknolKaltim

DPRD PPU Ingatkan Pemkab: Embung Hanya Solusi Darurat, Bukan Jawaban Jangka Panjang Krisis Air

154
×

DPRD PPU Ingatkan Pemkab: Embung Hanya Solusi Darurat, Bukan Jawaban Jangka Panjang Krisis Air

Sebarkan artikel ini
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU mengingatkan pemda agar tidak cepat berpuas diri, sebab fasilitas tersebut hanya bersifat penanganan sementara dan memiliki keterbatasan teknis.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Langkah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membangun embung penampung air dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan akar masalah krisis air bersih.
‎
‎Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU mengingatkan pemda agar tidak cepat berpuas diri, sebab fasilitas tersebut hanya bersifat penanganan sementara dan memiliki keterbatasan teknis.
‎
‎Anggota Komisi III DPRD PPU, Zainal Arifin, menegaskan bahwa keberadaan embung memang membantu ketersediaan air saat memasuki musim kemarau.
‎
‎Namun, fasilitas ini mustahil diandalkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
‎
‎Menurut Zainal, sifat alami embung membuat air yang ditampung rentan menyusut akibat penguapan ke udara dan peresapan ke dalam tanah sebelum sempat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.
‎
‎”Embung itu tidak bisa jangka panjang. Paling berapa, dua sampai tiga bulan maksimal sudah habis,” kata Zainal.
‎
‎*Musim Hujan Momentum Menyiapkan Cadangan, tapi Jangan Terbawa Solusi Semu*
‎
‎Zainal menjelaskan, situasi PPU yang saat ini masih memasuki musim hujan seharusnya dimanfaatkan pemerintah daerah secara optimal untuk mengisi dan menyiapkan kantong-kantong penampungan air.
‎
‎Kendati demikian, ia mewanti-wanti pemda agar tidak menganggap embung sebagai satu-satunya “senjata utama” mengatasi kekeringan saban tahun.
‎
‎”Air yang disimpan di embung itu sebelum dipakai pun kalau masuk kemarau tersedot ke atas dan ke dalam. Tetapi itu juga bagian dari upaya,” ungkapnya.
‎
‎Ia menambahkan, pembangunan embung harus disesuaikan dengan pemetaan wilayah yang paling rentan mengalami krisis air saat musim kering tiba.
‎
‎*Dorong Solusi Berkelanjutan demi Kebutuhan Air Warga*
‎
‎Lebih jauh, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menggarisbawahi bahwa persoalan mendasar di PPU terletak pada keterbatasan sumber air baku. 
‎
‎Selama pemerintah daerah belum mampu menyediakan atau mengintegrasikan sumber air baku yang melimpah dan memadai, keberadaan embung hanya sebatas “tambal sulam” krisis tahunan.
‎
‎DPRD PPU mendesak pemda untuk menyusun strategi yang lebih komprehensif.
‎
‎Pembangunan fasilitas penampungan darurat seperti embung harus berjalan beriringan dengan perancangan infrastruktur pemenuhan air baku yang berkelanjutan.
‎
‎”Memang embung tidak maksimal, tapi paling tidak itu bagian dari upaya,” tegas Zainal.
‎
‎Harapannya, melalui perencanaan jangka panjang yang matang dari pemerintah daerah, masyarakat PPU ke depan tidak lagi diintai ancaman krisis air bersih setiap kali puncak musim kemarau melanda. (Advertorial)