Penajam

DPRD PPU Dorong Kolaborasi Pemda, PDAM, dan Pertamina Perkuat Cadangan Air Bersih

5
×

DPRD PPU Dorong Kolaborasi Pemda, PDAM, dan Pertamina Perkuat Cadangan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketersediaan cadangan air bersih dalam menghadapi potensi kemarau panjang

KOLABORASI – Ketua Fraksi Demokrat DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani. DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketersediaan cadangan air bersih dalam menghadapi potensi kemarau panjang. (HO)

TITIKNOL.ID,PENAJAM – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketersediaan cadangan air bersih dalam menghadapi potensi kemarau panjang.

Pemerintah daerah, Perumda Air Minum Danum Taka, dan Pertamina dinilai perlu menyatukan langkah agar penanganan krisis air bersih dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani, menegaskan bahwa persoalan ketersediaan air bersih tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak.

Dibutuhkan perencanaan bersama yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus kemampuan keuangan daerah.

Menurut Bijak, pemerintah daerah bersama Perumda Air Minum Danum Taka perlu terlebih dahulu merancang skema penanganan, termasuk kebutuhan dan rincian pembiayaannya.

DPRD selanjutnya akan memberikan pertimbangan terhadap rencana yang disusun.

“Teman-teman pemerintah bersama dengan PDAM bisa merancang seperti apa. Tinggal kita pertimbangkan, kita duduk bersama, nah di situlah momennya nanti,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap langkah penanganan mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi sehingga anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kita adanya penanganan yang efektif dan efisien. Itu yang paling utama,” tambahnya.

Dorongan DPRD tersebut sejalan dengan upaya Perumda Air Minum Danum Taka mengoptimalkan embung Lawe-Lawe sebagai salah satu sumber cadangan air.

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa peninjauan lokasi dilakukan untuk melihat potensi pemanfaatan lahan yang masih berada dalam penguasaan Pertamina.

Dukungan Pertamina menjadi salah satu faktor penting dalam rencana optimalisasi kawasan tersebut.

Baca Juga:   Komisi I DPRD PPU Ingatkan Pentingnya Persiapan SDM untuk Hadapi Dampak IKN

Rasyid menyebut, lahan yang diusulkan untuk dimanfaatkan mencapai sekitar 17 hektare dengan kedalaman rencana empat meter.

Berdasarkan analisis awal PDAM, pekerjaan optimalisasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan.

“Alhamdulillah Pertamina bisa bantu,” kata Rasyid.

Ia menjelaskan, pekerjaan fisik saat ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum pemerintah daerah.

Sementara itu, kebutuhan operasional lainnya, termasuk bahan bakar, masih menjadi tanggungan PDAM.

Di sisi lain, keterbatasan kemampuan pembiayaan yang dihadapi Perumda Air Minum Danum Taka membuat dukungan dari berbagai pihak semakin dibutuhkan.

Dalam pemaparannya, Rasyid menyebut kebutuhan bahan bakar untuk operasional mencapai sekitar Rp35 juta.

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya pembagian peran dan dukungan antarpihak agar optimalisasi embung dapat berjalan sesuai rencana.

Pemanfaatan embung Lawe-Lawe diharapkan mampu memperkuat cadangan air sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat saat musim kemarau mendatang.

DPRD PPU menilai, rencana tersebut tetap memerlukan pembahasan lanjutan, terutama terkait perhitungan anggaran, tahapan pelaksanaan, serta manfaat yang akan dihasilkan.

Dengan demikian, setiap kebijakan dan dukungan pembiayaan memiliki dasar perencanaan yang jelas.

Melalui sinergi pemerintah daerah, PDAM, Pertamina, dan DPRD, upaya menjaga ketersediaan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Advertorial)